10 Cara Ditendang Keluar dari Pesawat

by
June 11th, 2013 at 1:59 pm

CiriCara.com – Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kabar seorang pejabat bernama Zakaria Umar Hadi yang memukulkan korannya ke telinga seorang pramugari bernama Febriani setelah ditegur karena tidak mematikan telepon selulernya ketika berada di dalam pesawat terbang.

Dalam kondisi tertentu, orang yang tak mau mematikan perangkat elektroniknya di dalam pesawat bisa diminta untuk turun oleh pramugari karena tidak mematuhi peraturan yang telah ditetapkan.

Sebagaimana diketahui, perangkat elektronik yang menyala di dalam pesawat bisa memengaruhi navigasi. Skenario terburuk, pesawat bisa saja mengalami kecelakaan.

Tapi tahukah kamu ada beberapa hal lain yang bisa membuat penumpang ditendang keluar dari pesawat? Simak daftarnya di bawah ini:

1. Mengatakan “bom” berulang-ulang

Michael Doyle - Oddee

Michael Doyle – Oddee

Pada April 2013, Michael Doyle membuat petugas keamanan bandara panik setelah berulang kali mengucapkan kata “bom” berulang-ulang karena dia menderita sindrom Tourette – kelainan saraf yang membuat seseorang bisa berkata-kata tanpa terkontrol.

Doyle mengaku memikirkan peristiwa Bom Boston saat itu. Petugas keamanan akhirnya mengizinkan dia naik pesawat setelah ditunjukkan keterangan sakit. Tapi pilot pesawat menolak membawanya sehingga dia harus ikut penerbangan selanjutnya.

 2. Bernyanyi “I Will Always..”

Pada Mei 2013, seorang penumpang wanita yang tengah terbang menuju New York dari Los Angeles ditendang keluar oleh pilot karena dianggap mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Sejak lepas landas, wanita ini menyanyi “I Will Always…” milik Whitney Houston. Dia tak mau berhenti meskipun sudah ditegur kru pesawat. Akhirnya pilot memutuskan mendaratkan pesawat di Kansas hanya untuk menurunkan wanita tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.

 3. Mengatakan “Selamat tinggal, pesawat”

Pada Juli 2007, anak berusia 19 bulan bernama Garren Penland terbang dari Atlanta ke Oklahoma dalam penerbangan Continental Express bersama ibunya, Kare. Waktu itu Garren terus menerus mengatakan “Selamat tinggal, pesawat”.

Pramugari meminta Kate memberinya obat agar bisa tenang selama penerbangan. Namun, Kate menolak sehingga pesawat terpaksa kembali ke bandara untuk menurunkan mereka berdua karena dianggap mengganggu penerbangan.

 4. Bau tak sedap

Pada Februari 2010, seorang penumpang pesawat Air Canada Jazz yang hendak menuju Montreal dari Charlottetown menjadi pusat perhatian karena dituding mengeluarkan bau badan yang tak sedap.

Seorang penumpang menerangkan bau yang dikeluarkan sungguh brutal. Kru pesawat pun akhirnya tak bisa berbuat apa-apa selain meminta dia untuk meninggalkan pesawat.

 5. Mengenakan celana baggy

Pada Juni 2012, Deshon Marman, seorang pemain sepak bola University of New Mexico ditendang keluar dari pesawat karena mengenakan celana yang dianggap tidak sopan.

Robert Sayegh - Oddee

Robert Sayegh – Oddee

Celana Marman bermodel baggy longgar sehingga memperlihatkan celana boxer-nya. Polisi meminta dia menaikkan celana, namun dia menolak. Untuk itu, dia terpaksa harus keluar dari pesawat terbang.

 6. Mengumpat

Pada Juni 2011, Robert Sayegh mengucapkan kata “fu**” sebanyak dua kali ketika sedang dalam perjalanan udara. Pria berusia 37 tahun asal Brooklyn, AS, itu mengumpat dengan kta-kata kotor saat pesawat mengalami penundaan.

Setelah tertunda selama 45 menit di Detroit, Robert berkata kepada orang yang duduk di dekatnya, “What’s taking so fu**ing long to close the overhead compartments? What the fu** is going on?” Umpatan ini didengar oleh seorang pramugari yang kemudian mengantarkannya keluar pesawat.

 7. Menangis

Pada Juli 2011, Ricci Wheatley dan saudarinya terbang untuk menjenguk ayahnya yang baru saja mengalami serangan jantung. Tapi tiba-tiba ia menangis keras karena takut terbang dan khawatir terhadap ayahnya.

Ia meminta anggur ke pramugari tapi tidak diberi karena mengiranya sudah minum terlalu banyak anggur. Kedua orang itu lalu diminta keluar dari pesawat dan ikut penerbangan berikutnya setelah maskapai membayari kamar hotel dan makanan bagi mereka.

8. Terlalu tinggi

Pada Maret 2011, seorang penumpang terpaksa turun dari pesawat karena tubuhnya terlalu tinggi. Penumpang tersebut mengaku sebenarnya ingin membeli tiket kursi di dekat pintu keluar yang lebih lega, namun kehabisan.

Setelah berada di atas pesawat, kakinya menghalangi pramugari yang berjalan di antara tempat duduk. Pramugari memintanya untuk memasukkan kaki atau keluar dari pesawat. Karena tidak mungkin baginya untuk memasukkan kaki, maka pilihannya hanya tinggal keluar dari pesawat.

9. Batuk-batuk

Pada Maret 2007, Rachel Collier, seorang gadis berusia 16 tahun asal Hawaii, AS, batuk-batuk tak terkontrol ketika dalam perjalanan pulang dari New York. Dokter sudah memberikan izin baginya untuk penerbangan itu.

Sandy DeWitt - Oddee

Sandy DeWitt – Oddee

Namun, pilot memaksa gadis itu untuk keluar untuk kepentingan semua penumpang, termasuk gadis tersebut. Bersama gurunya, Maile Kawamura, Rachel dipaksa ikut penerbangan esok harinya dan mendapatkan ganti rugi pembelian tiket.

 10. Memotret pramugari kasar

Pada Juli 2011, fotografer bernama Sandy DeWitt tengah berada dalam pesawat yang akan terbang dari Miami ke Philadelphia ketika melihat seorang pramugari yang bertindak kasar terhadap sejumlah penumpang sehingga ia memutuskan untuk memotret kejadian itu.

Namun, pramugari tersebut lalu mendatangi Sandy dan memintanya untuk menghapus foto yang baru saja ia ambil.  Pramugari tersebut bahkan mengatakan kepada pilot bahwa Sandy bisa membuat keamanan terganggu sehingga akhirnya dia diminta keluar dari pesawat.

(hp)

Comment di sini