Demo BBM 2013: 5 Mahasiswa dan 1 Wartawan Tertembak di Ternate

by
June 17th, 2013 at 3:45 pm

Ternate (CiriCara.com) – Aksi penembakan oleh aparat polisi dalam mengamankan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM pada Senin (17/6) kembali memakan korban.

Demo BBM 2013

Demo BBM 2013 – Republika

Setelah sebelumnya seorang wartawan Trans7 bernama Nugroho Anton terkena tembakan aparat saat meliput demonstrasi di Jambi, Rakyat Merdeka Online mengabarkan lima orang mahasiswa dan seorang wartawan tertembak kala demonstrasi berlangsung.

Ketua Bidang Politik DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Utara, Roeslan, melontarkan kecaman terhadap aksi aparat yang berupaya membubarkan demonstrasi dengan cara melepaskan tembakan ke arah kerumunan massa.

Menurut Roeslan, peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 11.30 WIT ketika seribuan massa yang terdiri dari mahasiswa dan anggota KNPI tengah mengarah ke gedung DPRD di pusat kota Ternate dari Universitas Khairun Ternate untuk menjalankan aksi.

Tetapi aparat kepolisian berusaha membubarkan massa di Ngade untuk mencegah mereka menuju ke pusat kota.

Rakyat Merdeka Online mengutip pernyataan Roeslan, lima mahasiswa terluka pada bagian kaki dan menurut kabar yang didapat, luka berasal dari tembakan peluru tajam.

Selain lima orang mahasiswa, seorang wartawan juga dikabarkan ikut menjadi korban peluru aparat kepolisian. Korban bernama Roby Kelery dari Harian Mata Publik menderita luka pada bagian paha kiri ketika sedang menjepret peristiwa demonstrasi.

Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Aryo Wisanggeni Gentong membenarkan beredarnya kabar yang mengatakan ada dua wartawan tertembak saat meliput aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Namun Aryo menerangkan pihaknya belum mendapatkan informasi yang jelas tentang peristiwa tersebut. Aryo mengungkapkan keprihatinannya terhadap insiden ini karena seharusnya polisi melindungi wartawan yang meliput di lapangan.

Sementara itu Anton yang langsung dirawat di RSU Raden Mattaher Jambi setelah terkena tembakan harus menjalani operasi selama hampir 1 jam untuk mengangkat peluru.

Peluru gas air mata yang berhasil diangkat menjadi barang bukti kuat bahwa aparat benar telah melepaskan tembakan saat berusaha menghalau aksi massa.

(hp)

Comment di sini