Awal Puasa Beda, Lebaran Diprediksi Tetap Sama

by
June 18th, 2013 at 10:01 am

Semarang (CiriCara.com) – Penetapan 1 Ramadan 1434 Hijriah atau awal puasa tahun 2013 antara Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU) kemungkinan akan berbeda. Warga Muhammadiyah akan mulai puasa pada 9 Juli 2013, sementara NU satu hari setelahnya.

Pulang kampung, mudik lebaran

Mudik Lebaran – Ist

Kepala Sub-Direktorat Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama, Ahmad Izzudin memperkirakan bahwa pada 9 Juli 2013 hilal belum nampak. “Diprediksi ketinggian hilal masih di bawah ufuk,” ujarnya.

Menurut Izzudin, sidang isbat untuk melakukan rukyat pada 8 Juli 2013 yang akan digelar pemerintah tidak akan berhasil melihat hilal. Pasalnya, saat itu ketinggian hilal masih di bawah 1 derajat. Itu artinya, awal puasa versi NU akan jatuh pada 10 Juli 2013.

Hal itu pun dikuatkan oleh Ketua NU Jawa Tengah Moh Adnan. Menurut hisab tim Lajnah Falaqiah NU Jawa Tengah, bulan Syakban tahun 2013 ini memiliki usia 30 hari. “Maka awal Ramadan akan jatuh pada 10 Juli,” katanya, seperti dikutip dari Tempo.co, Selasa (18/6/2013).

Izzudin juga menambahkan bahwa puasa Ramadan tahun 2013 ini diperkirakan hanya berlangsung selama 29 hari. Itu artinya, warga NU dan Muhammadiyah akan bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Fitri pada 8 Agustus 2013.

Sementara itu, cendikiawan NU, KH Solahudin Wahid (Gus Solah) menilai hisab untuk menentukan 1 Ramadan tidak bisa dijadikan acuan tanpa pengamatan langsung (Rukyatul Hilal). Menurutnya, hasil hisab (perhitungan secara matematis dan astronomis) bisa saja salah.

Meskipun demikian, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan bahwa pihaknya tetap berpedoman dengan cara hisab untuk menentukan 1 Ramadan. Pasalnya, cara hisab tersebut merupakan salah satu cara yang sah dalam agama Islam.

Karena sudah menentukan 9 Juli 2013 sebagai 1 Ramadan 1434 Hijriah dan 8 Agustus 2013 sebagai Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah, Muhammadiyah mengaku tidak akan menghadiri sidang isbat, 8 Juli 2013, yang akan digelar Kementerian Agama.

“Muhammadiyah tidak akan ikut (sidang isbat). Lebih baik menonton saja,” ungkap Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Yunahar Ilyas.

(YG)

Comment di sini