Alasan Buruh Berunjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM

by
June 19th, 2013 at 2:57 pm
Buruh berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM - Ist.

Buruh berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM – Ist.

Jakarta (CiriCara.com) – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi secara besar-besaran pada hari Senin kemarin, 17 Juni 2013.

Tidak hanya mahasiswa saja yang menolak kenaikan harga BBM, elemen buruh juga turut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Tercatat sebanyak lebih dari 10 ribu buruh yang tergabung dalam berbagai wadah buruh seperti MPBI, KSPI, KSPSI, KSBSI dan serikat pekerja lainnya.

Hari Senin yang lalu mereka semut turun kembali ke jalan menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM dengan cara mengepung gedung DPR RI saat anggota dewan sedang mengadakan sidang paripurna untuk membahas APBN-P 2013.

Aksi buruh tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta namun juga kota-kota besar lainnya seperti Cilegon, Purwakarta, Karawang, Cimahi, Subang, Bandung, Sukabumi, semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, Gresik, Probolinggo, Malang, Aceh, Batam, Bintan, Karimun, Medan, Deli, Lampung, Jambi, Makassar, Manado, Gorontalo, Samarinda, dan Papua.

Para buruh yang tergabung dalam organisasi tersebut sepakat menolak subsidi langsung ke masyarakat berupa Bantuan Langsung Sementara (BLSM). Hal tersebut dianggap sebagai tindakan pembodohan yang membuat masyarakat tidak produktif.

Selain itu, para buruh mempunyai alasan lain kenapa mereka melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran menentang kenaikan harga BBM.

Dilansir dari Liputan6.com, inilah lima alasa kenapa buruh menolak kenaikan harga BBM:

1. Kenaikan harga BBM merupakan tindakan yang tidak pro rakyat kecil terutama buruh. 

Kenaikan harga BBM sebesar 45% dari harga awal membuat daya beli buruh turun. Meski tahun ini Upah Minimum Provinsi (UMP) naik namun hal tersebut akan terasa sia-sia lantaran semua harga kebutuhan pokok naik. Fakta itu justru akan membuat buruh semakin miskin.

2. Pemerintah gagal dalam mengelola keuangan negara.

Sementara itu, pemerintah dianggap telah gagal dalam mengoptimalkan potensi pajak. Karena dari 60 juta orang dengan penghasilan kena pajak, hanya sekitar 14,7 % yang baru mau membayar pajaknya.

Sedangkan dari 5 juta badan usaha yang mendaftarkan diri, baru 520 ribu atau 10,4 % yang membayar pajak.

Harga BBM akan segera naik - Ist.

Harga BBM akan segera naik – Ist.

3. Pemerintah gagal dalam mengelola kebijakan energi.

Sementara itu dalam mengelola kebijakan energi, pemerintah telah dinilai gagal karena dianggap sudah mengorbankan rakyat untuk kepentingan asing.

4. BLSM adalah pil pahit bagi rakyat miskin

Dana BLSM sebanyak Rp. 150 ribu per bulan tidak sebanding dengan kenaikan harga BBM yang mencapai Rp. 2.000 per liter.

Jangka waktu pemberian BLSM yang hanya berlangsung selama empat bulan tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan masyarakat setelah berbulan-bulan BBM naik.

5. Pemberian BLSM sarat kepentingan politis.

Banyak pihak mengira bahwa pemberian BLSM ke masyarakat tidak mampu sarat dengan kepentingan politik menjelang Pemilu 2014 mendatang. Langkah tersebut diduga kuat hanya diambil untk pencitraan para pejabat di depan rakyat.

Dalam pekan ini, pemerintah secara resmi akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk premium dari harga Rp. 4.500 menjadi Rp. 6.500 dan harga solar dari Rp. 4.500 menjadi Rp. 5.500 per liter. (RN)

Comment di sini