6 Bahaya Melakukan Aborsi

by
June 20th, 2013 at 10:29 am
Dampak buruk aborsi - Ist

Dampak buruk aborsi – Ist

CiriCara.com – Seorang wanita yang mendapatkan kehamilan tak terduga atau tak diinginkan kerap menimbulkan beban mental tersendiri. Tak jarang mereka yang tak menginginkan kehamilan itu melakukan aborsi.

Katahuilah bahwa aborsi bukanlah suatu prosedur medis yang sederhana. Jika dilakukan sembarangan bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Selain itu, wanita yang melakukan aborsi juga bisa mempengaruhi fisik, emosional, dan spritualnya.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui hal tersebut. Aborsi bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain manual vakum, metode kuret, pelebaran dan evakuasi, dan aborsi dengan menggunakan pil. Namun, berbagai cara aborsi tersebut bukan berarti aman untuk si wanita.

Ada beberapa efek samping yang bisa dialami oleh si wanita. Apa saja? Dilansir dari beberapa situs kesehatan, berikut bahaya melakukan aborsi:

1. Pendarahan hebat

Jika leher rahim robek atau terbuka lebar, maka akan menimbulkan pendarahan yang bisa membahayakan keselamatan si wanita. Untuk menghentikan pendarahan tersebut, terkadang dibutuhkan pembedahan.

2. Infeksi

Infeksi bisa disebabkan oleh alat medis yang tidak steril yang dimasukkan ke dalam rahim atau bisa juga disebabkan ada bagian janin yang tersisa di dalam rahim atau bisa dikatakan aborsi tidak sempurna.

3. Kerusakan leher rahim

Ilustrasi aborsi - Ist

Ilustrasi aborsi – Ist

Kerusakan leher rahim bisa terjadi akibat leher rahim yang terpotong, robek, atau rusak akibat alat-alat aborsi yang digunakan.

4. Kerusakan organ lain

Pada saat alat dimasukkan ke dalam rahim, ada kemungkinan alat tersebut menyebabkan kerusakan pada organ terdekat, seperti usus atau kandung kemih.

5. Kematian

Melakukan aborsi bisa menyebabkan infeksi tubuh secara total yang kemungkinan terburuknya menyebabkan kematian.

6. Meningkatkan risiko lahir prematur

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang pernah melakukan aborsi akan memiliki risiko melahirkan secara prematur di kehamilan selanjutnya. Melakukan aborsi bisa merusak organ reproduksi wanita, meningkatnya trauma, dan merusak leher rahim yang mengarah pada kelahiran prematur.

Itulah 6 bahaya melakukan aborsi. Bahaya tersebut merupakan dampak pada kesehatan. Sedangkan dampak aborsi terhadap faktor emosional adalah menimbulkan kelainan pola makan, timbul rasa bersalah yang bisa memicu stres, depresi, atau disfungsi seksual.

Mendapatkan kehamilan yang tak terduga memang menimbulkan beban mental tersendiri. Tapi, salah satu cara untuk menghilangkan beban mental tersebut bukanlah melakukan aborsi. Melanjutkan kehamilan dan menjadi orangtua yang baik buat anak nantinya merupakan cara terbaik yang bisa dilakukan.

Untuk itu, berhentilah melakukan aborsi demi kesehatan diri Anda sendiri. (NR)

Comment di sini