Cara Memprediksi Tinggi Badan Anak

by
June 20th, 2013 at 1:32 pm
Tinngi badan anak - Ist

Tinngi badan anak – Ist

CiriCara.com – Sebagian besar orangtua tentunya menginginkan anaknya tumbuh normal dan ideal. Misalnya, si anak lahir tanpa cacat fisik dan memiliki berat serta tinggi badan yang ideal. Namun, faktor genetik biasanya yang menentukan apakah si anak nantinya akan tumbuh tinggi atau sedang-sedang saja.

Jika si wanita memiliki tinggi badan yang sedang, maka biasanya mereka akan mencari pasangan yang lebih tinggi darinya untuk memperbaiki keturunan. Namun, ketahuilah bahwa ternyata tinggi badan anak bisa diprediksi melalui tinggi badan Anda dan pasangan.

Dilansir dari Kompas.com, dr Tatang Puspanjono, SpA, dokter spesialis anak dari MRCC Siloam Semanggi Hospital mengatakan bahwa ada perhitungan mudah yang bisa diaplikasikan untuk memperkirakan tinggi badan anak.

Perhitungan ini bisa Anda lakukan agar bisa memperkirakan seberapa tinggi anak Anda nantinya. Namun, perhitungan tinggi badan yang digunakan ini berbeda untuk anak laki-laki dan perempuan. Hal tersebut dikarenakan ada perbedaan genetik tiap jenis kelamin.

Lalu perhitungan seperti apa yang bisa digunakan untuk memprediksi tinggi bada anak? Berikut rumusnya:

1. Anak laki-laki

(tinggi badan ayah + tinggi badan ibu : 2) + 13 +/- 8,5 cm

2. Anak perempuan

Mengukur tinggi badan anak - Ist

Mengukur tinggi badan anak – Ist

(tinggi badan ayah + tinggi badan ibu : 2) – 13 +/- 8,5 cm

Dengan melakukan perhitungan tersebut, Anda bisa mendapatkan dua angka tinggi badan kartena adanya perhitungan plus dan minus. Namun, kedua angka tersebut merupakan prediksi tinggi badan tertinggi dan terendah yang dimiliki anak.

Misalnya, si ayah memiliki tinggi badan 175 dan ibu 168 cm. Kemungkinan tinggi badan anak laki-laki tertinggi yaitu (175 + 168 : 2) + 13 + 8,5 = 193 cm, sedangkan kemungkinan tinggi tubuh terendahnya adalah (175 + 168 : 2) + 13 – 8,5 = 176 cm. Jadi perkiraan si anak laki-laki ketika dewasa antara 176 cm hingga 193 cm.

Ketahuilah bawha ada faktor lain yang juga mempengaruhi tinggi badan anak yaitu nutrisi dan berolahraga atau aktivitas anak. Untuk memenuhi nutrisi, sebaiknya anak dianjurkan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan kalsium untuk membantu pertumbuhan tulangnya.

Sementara olahraga yang bisa merangsang tulang untuk tumbuh lebih tinggi, seperti lompat tali, basket, bulutangkis, dan renang. Jika memiliki anak kurang tinggi dan masih berusia di bawah 21 tahun, maka disarankan untuk melakukan hal tersebut. (NR)

Comment di sini