Isu Harga BBM Naik Sabtu Pekan Ini Hanya Hoax

by
June 20th, 2013 at 10:25 am

Jakarta (CiriCara.com) – Pemerintah memang sudah menyetujui kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) setelah RAPBN-P disetujui oleh DPR RI pada hari Senin, 17 Juni 2013 lalu. Namun meski begitu, pemerintah belum bisa memastikan tanggal pasti harga BBM akan naik.

Harga BBM akan segera naik / MetroTV

Harga BBM akan segera naik / MetroTV

Walaupun tanggal kenaikan harga BBM belum diketahui tetapi pesan berantai mengenai kenaikan harga BBM pada hari Sabtu, 22 Juni 2013 beredar luas.

Pesan berantai tersebut menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM akan berlaku pada Sabtu, 22 Juni 2013 mulai pukul 00.00 WIB. Petikan pesan yang beredar pada Rabu 19 Juni 2013 lewat broadcast BlackBerry Messenger (BBM) berbunyi sebagai berikut:

“Bismilahirahmannirahim pada hari Rabu tgl 19 Juni 2013 mulai pkl. 10.00 s.d 12.00 wib tlh dilakukan rakor antara Kementerian ESDM, PT. Pertamina dan DPP Hiswana Migas bahwa tlh ditetapkan harga Premium Rp. 6500 perliter dan Solar Rp. 5500 perliter, utk semua SPBU tanpa kecuali harus buka 24 jam pada hari Jum’at tgl 21 Juni 2013, dilarang melayani jerigen krn akan diumumkan kenaikan harga oleh Menteri ESDM pd Pkl. 23.00 wib utk kemudian diberlakukan harga baru pd hari Sabtu 22 Juni 2013 Pkl. 00.00 wib, namun dgn catatan pengumuman kenaikan harga akan melihat situasi gejolak dalam negeri.”

Dilansir dari Tempo.co, menurut  Susilo Siswoutomo selaku Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral membantah kabar tersebut.

“Ada-ada saja. Enggak benar info tersebut,” kata Siswo kepada sumber berita, Kamis, 20 Juni 2013.

Beliau juga mengkonfirmasi bahwa pihaknya tidak mengadakan rapat yang memastikan bahwa BBM akan naik pada akhir pekan ini.

Selain Siswo, bantahan yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Ery Purnomo juga menyebut pesan tersebut sebagai pesan hoax belaka.

Menurutnya, Hiswana Migas maupun Pertamina sama sekali tidak berwenang untuk mengambil keputusan tersebut karena yang berwenang hanyalah Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. (RN)

Comment di sini