Kenaikan Harga BBM Diumumkan Hari Ini?

by
June 20th, 2013 at 1:05 pm

Jakarta (CiriCara.com)Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan akan menggelar rapat paripurna di Kantor Presiden hari ini, Kamis, 20 Juni 2013. Untuk apa?

Diberitakan oleh Liputan6.com, isunya setelah menggelar rapat tersebut Presiden SBY akan mengumumkan keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Harga BBM naik - Ist.

Harga BBM naik – Ist.

Rapat paripurna ini rencananya akan digelar pada pukul 14.00 WIB. Selain membahas pengesahan APBN Perubahan 2013, rapat ini membahas tentang rencana kenaikan harga BBM, sosialisasi kenaikan harga BBM, dan juga realisasi kompensasi bagi warga miskin.

Rapat yang digelar ini merupakan lanjutan dari rapat yang sebelumnya sudah digelar oleh Wakil Presiden Boediono bersama sejumlah menteri di Kantor Wapres pada hari Selasa, 18 Juni 2013 lalu.

Rapat yang pernah digelar di Kantor Wapres itu membahas tentang koordinasi antarlembaga dengan sosialisasi kenaikan harga BBM ke masyarakat.

“Rapat hari Kamis merupakan lanjutan rapat koordinasi di Kantor Wapres,” jelas Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha kepada sumber berita, Kamis, 20 Juni 2013.

Meski belum diketahui tujuan rapat digelar hari ini namun diprediksi pemerintah akan langsung mengumumkan berlakunya harga BBM yang baru. Prediksi  ini belum bisa dibenarkan oleh Julian. Juru Bicara Kepresidenan itu membantah adanya agenda pengumuman kenaikan harga BBM yang mungkin terjadi siang nanti.

Julian hanya bisa memastikan bahwa kenaikan akan diumumkan oleh pemerintah karena hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah.

Dengan adanya kenaikan ini, maka rakyat kurang mampu akan mendapat berbagai macam subsidi langsung seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

BLSM rencananya akan dianggarkan sebanyak Rp. 150 ribu per bulan yang akan dibaguikan mulai bulan Juni hingga September.

Kompensasi ini akan didahului dengan penyerahan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dibagikan untuk 15 juta Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 65 juta warga miskin.

“Itu dikirim lewat pos dan tak bisa diuangkan. Dengan KPS itu pula nantinya bisa mengambil raskin,” kata Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, kepada sumber berita yang sama. (RN)

Comment di sini