Tolak Kenaikan BBM, PKS Mengaku Hanya Cari Simpati

by
June 24th, 2013 at 9:38 am
PKS tolak kenaikan bbm / Barata Media

PKS tolak kenaikan bbm / Barata Media

Jakarta (CiriCara.com) – Beberapa waktu lalu sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sempat melakukan aksi menolak kenaikan harga BBM.

Cara yang dilakukan oleh PKS adalah dengan memasang spanduk penolakan kenaikan harga BBM di berbagai area.

Pemasangan spanduk penolakan kenaikan harga BBM itu ternyata diakui oleh politisi PKS sebagai cara untuk menarik simpati menjelang Pemilu 2014.

“Kan boleh saja mencari simpati untuk pemilu 2014. Kalau partai lain juga ikut mau pasang spanduk ya pasang saja spanduk lagi. Tapi jangan yang sudah dipasang malah diturunin diganti. Itu tidak demokratis,” kata Refrizal, politisi PKS, Minggu 23 Juni 2013 kepada sumber berita, Merdeka.com.

Selain mengungkapkan penolakan lewat spanduk, PKS juga mengumumkan penolakan lewat beragam media termasuk televisi.

Sikap PKS ini menuai reaksi panas dari berbagai pihak karena sebelumnya PKS adalah salah satu partai anggota Koalisi Sekretariat Gabungan (Setgab) bersama dengan Partai Demokrat, Golkar, PPP, PAN, dan juga PKB.

Karena sikap PKS inilah maka partai yang pernah dipimpin oleh Luthfi Hasan Ishaaq terancam dikeluarkan dari koalisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Bahakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf mengatakan bahwa selama menjabat sebagai pimpinan fraksi DPR, pihaknya tak pernah merasa berkoalisi dengan partai yang kini diketuai oleh Anis Matta itu.

“Selama saya jabat ketua fraksi, saya memang tidak pernah merasakan koalisi PKS dengan Demokrat di DPR. Setiap apapun pemerintah dia sering berseberangan, ada atau tidaknya PKS enggak ngaruh,” kata Nurhayati, Jumat 21 Juni 2013 kepada sumber yang sama. (RN)

Comment di sini