Bapak Jual Ginjal untuk Ijazah Anak, Begini Tanggapan Sekolah

by
June 26th, 2013 at 4:57 pm

Jakarta (CiriCara.com)Sugiyanto, seorang pria berumur 45 tahun menawarkan ginjalnya di area Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada hari ini, Rabu, 26 Juni 2013.

Sugiyanto dan anaknya / Vivanews

Sugiyanto dan anaknya / Vivanews

Alasannya, Sugiyanto butuh uang untuk menebus ijazah SMP dan SMA anaknya, Sarah Melanda Ayu, yang ditahan oleh Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor.

Kabar penahanan ijazah ini dibantah oleh pihak pesantren Nurul Iman. Menurutnya, informasi penahan ijazah tersebut tidak sepenuhnya benar.

Berdasarkan keterangan dari Syaifuddin selaku Humas pesantren tersebut, Sarah memang pernah tercatat sebagai siswa SMP dan SMA di tempatnya. Ia juga prenah berkuliah di salah satu pendidikan tinggi yang dikelola pesantren yang kemudian putus di tengah jalan.

Namun menurutnya, Sarah sudah melanggar peraturan berkali-kali. Salah satu pelanggaran yang dilakukan oleh Sarah adalah kabur dari pondok dengan melompat pagar.

Sarah lalu kembali ke sekolah setelah pendiri pondok pesantren tersebut, Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abi Bakar bin Salim memaafkannya. Sarah juga sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi namun putus di tengah jalan.

Syaifuddin juga menegaskan bahwa biaya pendidikan di pondok pesantren tersebut gratis dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

“Kita mungkin mendengar berita negatif saja, sebaiknya datang langsung saja ke sini menemui kami,” kata Syaifuddin.

Sebelumnya, Sugiyanto sang ayah yang nekat menjajakan ginjalnya mengatakan bahwa ia pernah diminta uang sebesar Rp. 17 juta untuk menebus ijazah SMP dan SMA di pondok pesantren tempat anaknya bersekolah.

Karena tidak mempunyai uang sebesar itu, Sugiyanto sempat mengadukan masalahnya ke Komnas HAM, Kemendiknas, dan Kementerian Agama namun semuanya sia-sia. Oleh karena itu, satu-satunya cara yang ditempuh oleh ayah Sarah tersebut adalah dengan menjajakan ginjalnya. (RN)

Comment di sini