Ramadan 2013: Sahur on the Road Dilarang

by
June 26th, 2013 at 9:49 am

Jakarta (CiriCara.com) – Momen Ramadan tahun 2013 akan segera datang. Dinas Sosial Jakarta Selatan melarang masyarakat menggelar acara buka puasa dan sahur di jalan. Pasalnya, hal ini hanya akan mengundang pengemis musiman datang ke Jakarta.

Sahur on the road

Bagi-bagi makanan saat sahur on the road – Ist

Kepala Dinas Sosial Jakarta Selatan Miftahul Huda menilai, acara sahur on the road hanya akan menarik perhatian pengemis. Pasalnya, pengemis dan gepeng selalu memanfaatkan momen Ramadan untuk mendapatkan keuntungan lebih.

“Kami mengingatkan kepada warga untuk tidak melakukan sahur on the road atau buka puasa di jalan,” ujar Miftahul, seperti dikutip dari detik.com, Rabu (26/6/2013).

Meski acara sahur on the road itu bertujuan baik, Miftahul tetap mengimbau agar warga tidak melakukannya. Menurutnya, acara berbagi dengan orang yang tidak mampu ini hanya akan membuat para pengemis jadi malas bekerja.

“Selamanya mereka akan tetap seperti itu (minta-minta), dan pengemis akan semakin banyak di Jakarta, mereka tidak akan mau berusaha untuk bekerja,” ujar Miftahul.

Miftahul menuturkan, kebanyakan pengemis dan gepeng yang sudah dibina di Panti Sosial malah memilih kembali menjadi pengemis. Hal ini dikarenakan mereka sudah merasa nyaman dengan profesi pengemis.

“Mereka sudah merasa enak menjadi pengemis, tinggal tengadah tangan, duit mereka dapat,” jelas Miftahul.

Itulah sebabnya Dinas Sosial Jakarta Selatan melarang kegiatan buka puasa dan sahur on the road selama Ramadan 2013. Hal ini bertujuan agar jumlah pengemis di Jakarta bisa berkurang meski masuk bulan Ramadan.

Sementara itu, seperti dikutip dari detik.com, pengemis di Jakarta ternyata mampu meraup penghasilan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per hari. “Sehari saya bisa dapat Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu,” ujar salah satu pengemis perempuan yang biasa beroperasi di perempatan Mampang Prapatan, Jakarta.

(YG)

Comment di sini