Kronologi Penyiraman Air ke Wajah Tamrin oleh Munarman

by
June 28th, 2013 at 11:59 am

Jakarta (CiriCara.com) – Latar belakang dari aksi penyiraman air yang dilakukan oleh juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman pagi ini ternyata hanya karena pernyataannya tidak disimak dengan baik oleh sosiolog yang menjadi korban penyiraman air tersebut.

Tamrin Amal Tomagala / Republika

Tamrin Amal Tomagala / Republika

Dilansir dari MetroTVnews.com, Munarman menyiram air dari cangkir di atas meja ke wajah Tamrin Amal Tomagola saat terjadi dialog aksi penyisiran organisasi masyarakat terhadap tempat-tempat hiburan saat bulan Ramadhan tiba.

Namun dalam percakapan Apa Kabar Indonesia Pagi yang disiarkan oleh TV One, Munarman terlihat emosi dari awal acara. Salah satu presenter acara tersebut, Arif Fadil berusaha menenangkan Munarman yang terus mengumbar emosi.

Padahal perbincangan tersebut diikuti oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar dari luar studio.

Meski telah disiram air dalam acara yang disiarkan secara langsung tersebut, Thamrin Tamaloga tidak akan membawa persoalannya ke ranah hukum. Namun ia menyayangkan karena istrinya menelepon dirinya sampai menangis.

“Tadi istri saya telepon sambil menangis, katanya dia marah dan malu kenapa bisa sampai disiram begitu,” kata kepada sumber berita.

Awal dari insiden penyiraman air tersebut menurut Tamrin, Munarman tidak terima dengan pendapat bahwa aksi penyisiran masyarakat terhadap tempat hiburan tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, aksi tersebut adalah kewenangan pihak kepolisian. Sementara masyarakat hanya bisa mendorong polisi agar tegas menindak tempat-tempat hiburan seperti itu.

Emosi Munarman semakin bertambah saat Tamrin menyingung penghargaan World Statesman Award yang diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bulan kemarin.

Penghargaan tersebut menurutnya bisa menjadi bahan pertimbangan kepolisian agar selalu hadir dalam peristiwa yang sering menyudutkan kaum minoritas.

“Dia tidak senang dengan argumentasi dan ilustrasi yang saya berikan, padahal saya tidak menyebut ormas apalagi menyebut FPI,” tutur Tamrin lagi.

Meski berbagai pihak sudah meminta Tamrin untuk melaporkan tindakan yang dilakukan oleh Munarman ke kepolisian, namun Tamrin menolak dengan alasan ia menyerahkan kepada masyarakat agar menghukum secara sosial atas tindakan Munarman tersebut.

“Untuk apa saya layani [lapor polisi] orang seperti Munarman, tidak level, hukuman publik akan jatuh kepadanya. Walaupun saya secara fisik diserang dengan air, sebenarnya secara publik dia menghinakan dirinya sendiri.” pungkasnya. (RN)

Comment di sini