Thamrin Tidak Tahu Akan Dipertemukan dengan Munarman

by
June 28th, 2013 at 3:13 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Insiden penyiraman air yang dilakukan oleh Munarman, juru bicara Front Pembela Islam (FPI) terhadap sosiolog asal Universitas Indonesia, Thamrin Tomagola mengundang banyak kecaman dari masyarakat.

Munarman / Wikipedia

Munarman / Wikipedia

Lewat jejaring sosial Twitter, masyarakat menilai bahwa Munarman sudah melakukan tindakan yang sama sekali tidak sopan. Bahkan mereka meminta agar Thamrin mempolisikan Munarman akibat perbuatannya itu.

Diberitakan oleh Tempo.co, Thamrin mengatakan bahwa ia tidak akan pernah mau memenuhi permintaan untuk datang ke acara stasiun televisi swasta tersebut jika tahu bahwa ia akan dipertemukan dengan Munarman.

“Kalau tahu dipanel dengan Munarman, saya tak akan datang,” akunya kepada sumber berita, Jumat, 28 Juni 2013.

Thamrin juga mengatakan bahwa pihak TV One mengundangnya tanpa memberi tahu siapa yang akan dihadirkan dalam acara tersebut, padahal sebelumnya merea biasa menginfokan hal tersebut.

Meski tidak tahu siapa rekan bicaranya namun Thamrin tetap datang ke Wisma Nusantara untuk memenuhi undangan. Baru setelah sampai di lokasi tersebut, Thamrin baru menyadari bahwa sosok yang akan dipanel dengannya adalah Munarman, sang juru bicara Front Pembela Islam (FPI) yang kontroversial.

Menurut Thamrin, Munarman sudah seringkali menggunakan kekerasan karena tidak terima dengan pendapat orang lain dan bukan menjelaskannya dengan argumen yang benar.

Namun Thamrin tetap menghampiri Munarman dan menyalaminya. Ia bahkan bertanya pada Munarman tetang pencalegannya di sebuah partai politik.

Tidak ada tanda-tanda bahwa Munarman akan melakukan kekerasan. Munarman baru berulah saat masing-masing berpendapat soal sikap polisi yang akan men-sweeping organisasi masyarakat, Munarman baru terlihat marah.

Munarman lalu menyiram Tamrin dengan air karena berpendapat bahwa pemberian penghargaan World Statesman Award kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa menjadi momen bagi negara untuk memperbaiki perlindungan terhadap masyarakat. (RN)

Comment di sini