Jadi Korban Pelecehan, Briptu Rani Justru Dipecat

by
July 1st, 2013 at 11:46 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kasus hilangnya Briptu Rani yang berujung pada pembongkaran kasus pelecehan yang dilakuan oleh Kapolres terhadap polwan tersebut sudah menghasilkan keputusan yang mutlak.

Briptu Rani / Detik

Briptu Rani / Detik TV

Menurut keputusan sidang Komite Kode Etik Polri (KKEP), Kapolres Mojokerto yang terbukti melakukan pelecehan AKBP Eko Puji Nugroho dimutasi atau turun dari jabatannya. Sedangkan Briptu Rani direkomendasikan saksi pemberhentian dengan tidak hormat.

Menurut sebagian pihak, keputusan ini sangat tidak adil karena Briptu Rani yang diposisikan sebagai korban diberhentikan dari jabatannya, sementara pelaku kejahatan hanya dimutasikan.

Neta S. Pane selaku Koordinator Presidium Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan bahwa seharusnya KKEP tidak memecat Rani karena AKBP Eko terindikasi melakukan pelanggaran juga seperti yang dituduhkan oleh Rani.

“Kalau Kapolresnya dicopot, berarti dia terindikasi melakukan apa yang dilaporkan oleh Rani,” komentar Neta lagi.

Menurut Neta, kasus yang dialami oleh Briptu Rani mirip dengan kasus mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji karena seseorang yang melaporkan kejahatan di institusinya justru menjadi korban.

Seharusnya kasus ini bisa diselesaikan melalui jalur hukum karena dia bisa melapor ke Komnnas Perempuan sebelum diproses melalui jalur hukum.

Briptu Rani menjadi sorotan setelah beberapa waktu lalu, dia ada dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena meninggalkan tugasnya sebagai seorang Polwan di Polres Mojokerto. Banyak isu miring yang beredar setelah kepergiannya termasuk beredarnya foto syur miliknya di internet.

Setelah memberanikan diri muncul di media, Briptu Rani mengatakan bahwa ia pergi dari tugasnya karena merasa tertekan atas perlakuan atasan terutama Kapolres Mojokerto yang dinilai telah melecehkannya. Menurutnya, AKBP Eko pernah mengukur sendiri ukuran bajunya yang dianggap sangat merendahkan sang polwan tersebut. (RN)

Comment di sini