Penentuan Awal Ramadan, NU Tunggu Hasil Rukyat

by
July 3rd, 2013 at 10:05 am
metode rukyat, rukyatulhilal

Metode Rukyat – Ist

Jakarta (CiriCara.com) – Meski Muhammadiyah sudah menentukan awal Ramadan 1434 Hijriah jatuh pada 9 Juli 2013. Pihak Nahdlatul Ulama (NU) tetap akan berpegang pada metode rukyat atau melihat hilal untuk penentuan awal puasa.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tetap akan menunggu hasil rukyat untuk menentukan awal puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2013. Rukyat akan dilakukan bersama dengan Kementerian Agama.

“Sesuai dengan sabda Nabi Salallahu Alaihi Wassalam, puasalah kamu dengan melihat bulan, dan berlebaranlah dengan melihat bulan,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, seperti dikutip dari detik.com, Rabu (3/7/2013).

Terkait dengan hal itu, Said Aqil menolak anggapan bahwa metode rukyat adalah metode yang tidak modern dan tertinggal dari kemajuan teknologi. Menurutnya, rukyat dipilih karena sesuai dengan metode yang dijalankan Nabi Muhammad SAW.

“Ini bukan soal canggih atau tidak canggih, tapi ini mengikuti seperti apa yang dijalankan Rasulullah,” tegas Said Aqil.

Mengenai perbedaan awal puasa, Said Aqil menilainya sebagai hal yang biasa terjadi di beberapa negara Timur Tengah. Namun, dia menyayangkan karena perbedaan yang terjadi di Indonesia justru muncul dari dalam satu negara.

“Di Timur Tengah penentuan puasa juga sering berbeda, tapi antar negara, bukan di satu negara ada kelompok-kelompok yang saling berbeda,” jelas Said Aqil.

Menurut Said Aqil, seharusnya puasa di satu negara harus sama. Pasalnya, umat Islam diperintahkan untuk mematuhi keputusan pemerintah selaku pemimpin negara. “Quran dengan tegas memerintah kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan taat kepada pemimpin,” katanya.

Metode rukyat itu sendiri rencananya akan dilakukan pada tanggal 28 Sya’ban 1434 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 8 Juli 2013. Ada 90 titik yang akan digunakan untuk melihat hilal. Lokasi titik-titik tersebut tersebar di seluruh Indonesia.

(YG)

Comment di sini