Beda Penentuan Awal Puasa Muhammadiyah dengan NU

by
July 4th, 2013 at 10:10 am
Ramadhan 2013, Ramadan 1434 Hijriah, Ramadan 2013, Ramadan 1434 Hijriah

Ramadan 2013 – Ist

Surabaya (CiriCara.com) – Awal puasa Ramadan 1434 Hijriah antara Nadlatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah kemungkinan akan berbeda. Muhammadiyah sebelumnya sudah menentukan 9 Juli 2013 sebagai awal puasa, namun NU tetap akan menunggu hasil rukyat.

Rencananya, NU dan Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk melakukan rukyat pada Senin (8/7/2013). Hari tersebut merupakan waktu ijtimak atau persinggungan antara bulan dan matahari berdasarkan ilmu astronomi.

Ijtimak diprediski terjadi pada pukul 14.10 hingga pukul 14.17. Itu artinya, jarak ijtimak dengan waktu maghrib hanya sekitar empat jam, waktu maghrib pukul 18.00. Dengan selisih waktu yang sedikit, hilal (anak bulan) diyakini tidak akan terlihat saat rukyat.

“Syarat penampakan hilal itu maksimal adalah delapan jam, artinya ijtimak harusnya terjadi sekitar pukul 10.00 pagi,” kata Sholeh Hayat, Koordinator Rukyatul Hilal Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, seperti dikutip dari Suarasurabaya.net, Kamis (4/7/2013).

Baik para ahli dari NU maupun Muhammadiyah sendiri meyakini bahwa pada waktu magrib, Senin (8/7/2013), penampakan hilal hanya sekitar 0,35 derajat. Itu artinya hilal tidak akan terlihat dengan kasat mata, karena masih di bawah 1 derajat.

Berdasarkan pedoman yang dipegang NU, jika hilal tidak terlihat saat dilakukan rukyat, maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari. “Sehingga NU akan berpuasa pada hari Rabu Kliwon tanggal 10 Juli 2013,” jelas Sholeh Hayat.

Sementara itu, pihak Muhammadiyah tetap akan menjalankan ibadah puasa lebih awal. Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang diyakini Muhammadiyah, meski ketinggian hilal saat ijtimak (8 Juli 2013) baru 0,35 derajat, hilal sudah dinyatakan nampak atau terlihat.

“Maka Muhammadiyah keesokan harinya atau tanggal 9 Juli akan mulai puasa,” jelas Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah, Nadjib Hamid.

Itulah penyebab terjadinya perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dengan NU. Pada ketinggian 0,35 derajat diyakini Muhammadiyah hilal sudah nampak. Sementara NU tetap meyakini hilal akan nampak atau terlihat jika saat ijtimak ketinggiannya mencapai 1 derajat.

(YG)

Comment di sini