Batalkah Disuntik Saat Sedang Berpuasa?

by
July 12th, 2013 at 4:20 pm

CiriCara.com – Menunaikan ibadah puasa saat bulan Ramadan merupakan wajib dilakukan oleh seluruh umat muslim di dunia. Tapi, ada sejumlah orang yang memang boleh meninggalkan puasa, seperti wanita yang sedang haid, anak yang belum baligh, musafir, orang gila tanpa disengaja, sakit keras, dan wanita hamil dan menyusui.

Disuntik - Thinkstock

Disuntik – Thinkstock

Akan tetapi, ada orang yang sakit tetap menjalankan puasa. Hal itu boleh saja dilakukan asalkan tak membuat penyakitnya semakin parah. Selain mengonsumsi obat, terkadang orang yang sedang sakit juga disuntik.

Lalu, batalkah disuntik saat sedang berpuasa?

Dilansir dari Tribunnews.com, H Masyithah Umar, Dosen IAIN Antasari Banjarmasin menjelaskan bahwa kata Ibju Hazm disuntik saat sedang berpuasa tidak batal. Namun, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan.

Memberikan suntikan kepada pasien tentunya dilakukan oleh seorang ahli (medis) dan sudah melalui pemeriksaan bahwa yang bersangkutan benar-benar sakit dan memerlukan pertolongan. Jika tidak terpaksa, maka suntikan tidak akan dilakukan oleh para medis untuk pasien.

Sebenarnya, disuntik berkaitan dengan sakit. Syafi’iyah berpendapat bahwa jika seseorang hanya diduga akan sakit, maka mereka harus mencoba untuk berpuasa. Namun, jika terbukti berbahaya, maka boleh membatalkannya atau berbuka.

Selain itu, ketahuilah bahwa diberikan suntikan jika tidak terkait dengan sakit, maka puasanya akan batal karena tidak ada sebab atau alasannya.

Selain itu menurut ulama salaf, suntikan dengan memasukkan obat ke dalam tubuh melalui pori-pori di bawah kulit atau melalui pembuluh darah adalah membatalkan puasa. Karena pada hakikatnya suntikan merupakan memasukkan suatu benda ke dalam tubuh, meskipun tidak melalui lubang badan yang lazim.

Melihat penjelasan tersebut, nampaknya beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat. Tapi, pada intinya diberikan suntikan itu terkait dengan penyakit yang diderita. Sebaiknya, jika memang mengalami sakit yang cukup parah dan mengharuskan untuk disuntik, maka lebih baik Anda tidak berpuasa saja dan menggantinya di hari lain.

Baca juga: Mencicipi masakan saat puasa, batalkah?

(NR)

Comment di sini