Bhatoegana: Popularitas dan Elektabilitas Jokowi Akan Meredup

by
July 12th, 2013 at 4:15 pm
Antara Foto

Antara Foto

Jakarta (CiriCara.com) – Popularitas Joko Widodo atau Jokowi, Gubernur DKI Jakarta memang tengah meroket dan mengalahkan popularitas politisi lainnya.

Selama dua tahun terakhir ini, Jokowi menyita perhatian publik dengan gaya kepemimpinannya yang khas dan merakyat. Dengan  popularitasnya yang sudah melonjak saat menjabat sebagai Walikota Surakarta, pria berumur 52 tahun perlahan-lahan mulai ditarik untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Dan Jokowi tetap mempertahankan gaya memimpinnya  saat terpilih menjadi orang nomor satu di Provinsi DKI Jakarta sehingga ia berhasil menarik simpati dari masyarakat seluruh Indonesia.

Tidak hanya bersikap sederhana dan mau dekat dengan rakyat kecil, figur Jokowi digadang sebagai salah seorang politisi yang bebas dari korupsi. Figurnya malang melintang setiap hari di berbagai media dan menjadi perbincangan hingga ke luar negeri.

Menjelang Pemilu 2014 yang akan digelar pada awal pertengahan tahun depan, Jokowi diidam-idamkan rakyat menjadi sosok presiden Indonesia yang baru yang bisa menjadi panutan dan pengayom rakyat di tengah carut marutnya pemerintahan Indonesia.

Tak jarang juga, Jokowi  menjadi incaran berbagai partai politik. Sejumlah partai politik mulai menawarinya menjadi Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk tahun depan.

Saking populernya, Jokowi juga menjadi cibiran sejumlah elit politik. Pria asal Solo tersebut dianggap hanya berhasil dalam segi pencitraan. Tercatat beberapa politisi seperti Sutan Bhatoegana dan Ruhut Sitompul pesimis terhadap kemampuan Jokowi jika menjadi Capres nantinya.

Bhatoegana bahkan yakin bahwa popularitas dan elektabilitas mantan Walikota Solo itu akan meredup beberapa bulan lagi.

“Saat ini tinggi (popularitas dan elektabilitas Jokowi), 8 bulan ke depan enggak tahu,” kata Sutan kepada Merdeka.com, di kompleks parlemen Senayan, Kamis, 11 Juli 2013.

Sutan juga menyatakan bahwa Jokowi tidak akan diundang dalam konvensi Capres Partai Demokrat yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat karena Jokowi berasal dari partai lain. Jika Jokowi mau datang dalam konvensi Partai Demokrat maka itu adalah keinginannya sendiri bukan berdasarkan inisiatif partai. (RN)

Comment di sini