Tarif Angkot Dimahalkan? Lapor ke Nomor Ini!

by
July 12th, 2013 at 4:52 pm
The Jakarta Post

The Jakarta Post

Jakarta (CiriCara.com) – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seyogyanya dibarengi dengan kenaikan ongkos kendaraan umum termasuk bus dan angkutan kota (angkot).

Oleh karena itu, mau tidak mau tarif kedua angkutan umum di atas ikut naik secara bertahap pasca kenaikan harga BBM diumumkan. Mulai hari ini, Jumat, 12 Juli 2013, tarif baru transportasi umum mulai diberlakukan.

Meski naik, penumpang masih berhak mengecek apakah sang sopir mengikuti regulasi yang berlaku atau bertindak di luar peraturan.

Bila menemukan kejadian seperti itu, penumpang bisa langsung melapor ke petugas yang ada di terminal atau menghubungi call center Dishub DKI Jakarta di nomor 021-3457471 yang akan segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Mirza membenarkan informasi tersebut.

“Catat nomor polisi dan jenis angkutannya terus langsung adukan saja ke kami. Kalau terbukti akan kita kenakan sanksi,” kata Mirza kepada sumber berita, Detik.com, Jumat, 12 Juli 2013.

Dan berikut ini adalah rincian kenaikan tarif kendaraan umum yang mulai berlaku sejak hari ini yang dikutip dari Detik.com:

Angkutan ekonomi non AC:

* Bus kecil (mikrolet) dari semula Rp 2.500 menjadi Rp 3.000 pada 14 km pertama selanjutnya dikenakan kenaikan Rp. 500 – Rp. 1.000

* Bus sedang (Metromini dan Kopaja) dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000,

* Bus besar reguler (Mayasari dan PPD) dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000.

* Tarif TransJakarta tidak mengalami kenaikan sehingga masih sama seperti sebelumnya Rp. 3.500.

Angkutan bus AC:

* Bis besar seperti Mayasari bakti dan Bianglala, yang awalnya Rp 6.000 menjadi Rp 7.000.

* Kopaja AC dari Rp 5.000 menjadi 6.000.

* Angkutan APTB yang ditetapkan kenaikan tarifnya yakni yang berjarak maksimum 30 km, dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.000

Yang termasuk di dalamnya:

APTB Bekasi-Tanah Abang, Bekasi- Bundaran HI, Bekasi-Pulogadung, Ciputat-Kota, Poris Plawad-Tomang,

Sedangkan APTB yang jarak tempuhnya di atas 30 km tarifnya diserahkan pada mekanisme pasar. Meski begitu, Dinas Perhubungan yakin bahwa kenaikan akan berkisar pada:

* Cibinong-Grogol 50 km paling tinggi bisa naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000

* Bogor-Rawamangun 60 km paling tinggi bisa naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 13.500

Kenaikan untuk taksi:

* Taksi yang menggunakan tarif atas seperti Blue Bird, White Horse yang semula Rp 6.000 menjadi 7.000. Kemudian untuk kilometer selanjutnya maka tarif semula Rp. 3.000 akan berubah menjadi Rp. 3.600.

* Tarif yang menggunakan tarif bawah, yang sebelumnya Rp 5.000 menjadi Rp 6.000.

(RN)

Comment di sini