Belasan Orang Tewas dalam Bentrok Pertandingan Tinju di Nabire

by
July 15th, 2013 at 10:08 am

tinju amatir di nabireNabire (CiriCara.com) – Pertandingan tinju amatir yang digelar di Kabupaten Nabire membawa petaka.

Dalam acara tinju yang dihadiri oleh Bupati Nabire tersebut, 17 orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya kritis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, Papua.

Diberitakan oleh Kompas.com, kerusuhan tersebut terjadi karena adanya bentrok antar pendukung dua petinju yang sedang melawan satu sama lainnya di final Kejuaraan Tinju Amatir “Bupati Cup“. Akibat peristiwa yang terjadi pada hari Minggu malam, 14 Juli 2013, situasi di Nabire menjadi sangat mencekam.

Insiden maut dalam pertandingan tinju itu terjadi pada kelas 58 kilogram saat finalis, Yulius Pigome dari Sasana Mawa bertemu di laga dengan Alvius Rumkorem dari Sasanan Persada. Dalam pertandingan tersebut, Alvius berhasil memenangkan pertandingan. Karena kemenangannya, pendukung Yulius tidak terima dan akhirnya terjadi saling bentrok yang menimbulkan korban jiwa.

Awal mula bentrok terjadi dengan aksi lempar kursi karena para pendukung tidak terima dengan hasil pertandingan yang didapat. Menurut salah seorang saksi, ada ribuan orang yang masuk ke dalam Gelanggan Olah Raga dengan kapasitas kecil tersebut sehingga bentrokan membesar.  Penonton pun bergegas keluar setelah terjadi bentrokan.

Karena pintu keluar kecil dan orang-orang berjejalan untuk keluar maka banyak dari penonton yang jatuh dan terinjak-injak saat berebut keluar dari gedung. Sebenarnya pertandingan tersebut awalnya tidak mendapat antusiasme penonton yang tinggi karena mereka harus membeli tiket untuk masuk ke dalam lokasi pertandingan.

Namun karena Isaias Douw, Bupati Nabire meminta panitia untuk menggratiskan tiket maka jumlah penonton membludak. Orang-orang yang berada di luar gedung tiba-tiba mendesak masuk untuk menonton pertandingan. Padahal sebagian besar penonton yang berada di luar gedung sedang berada dalam kondisi mabuk.

Ketika terjadi keributan antar pendukung tersebut, Bupati sudah berusaha menenangkan namun tidak dihiraukan oleh dua kelompok yang sedang terlibat aksi lempar kursi. Bahkan sang Bupati dan istrinya menjadi sasaran aksi lempar kursi yang dilakukan oleh para pendukung yang kecewa.

Bentrokan tersebut membuat keluarga korban yang meninggal naik pitam. Mereka terlihat berkumpul dengan membawa senjata tajam. Para kerabat korban tersebut akan meminta pertanggungjawaban dari Bupati Nabire karena telah menggratiskan tiket masuk stadion. (RN)

Comment di sini