Keutamaan Salat Tarawih Ramadan

by
July 15th, 2013 at 3:31 pm
Salat - Ist

Salat – Ist

CiriCara.com – Selain menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, kaum Muslim juga melaksanakan salat tarawih. Biasanya, salat tarawih dikerjakan setelah salat isya dan umumnya dilakukan secara berjamaah.

Menurut salah satu kitab disebutkan bahwa Rasulullah SAW suatu malam melaksanakan salat (tarawih) di masjid (pada bulan Ramadan). Orang-orang pun ikut salat bersama. Pada hari kedua, salat yang dilakukan Rasulullah SAW kembali diikuti banyak orang.

Hingga pada malam ketiga atau keempat (masih belum jelas), ketika banyak orang berkumpul untuk salat berjamaah, Rasulullah SAW tidak datang. Pada esok harinya, Rasulullah SAW pun berkata, “Saya telah melihat apa yang telah kalian kerjakan. Dan tidak ada yang menghalangiku dari keluar untuk mengimami kalian kecuali karena saya takut hal ini akan diwajibkan bagi kalian. (Muttafaq alaih)”

Melalui hal tersebut, Rasulullah SAW hanya ingin menjelaskan bahwa salat tarawih (qiyam Ramadan) itu hukumnya sunnah.

Keutamaan salat tarawih ini banyak disebutkan dalam berbagai hadis. Menurut Imam Nawawi, orang yang salat tarawih akan mendapatkan pengampunan dosa kecil dan bisa memperingankan dosa-dosa besar yang pernah diperbuat.

“Barang siapa yang menunaikan qiyam Ramadan dengan keimanan dan mencari pahala dari Allah, maka dosanya yang terdahulu akan diampuni. (HR Bukhari dan Muslim),” seperti dikutip dari Republika.co.id, Senin (15/7/2013).

Jumlah rakaat dalam salat tarawih ada dua macam. Dalam riwayat dari Aisyah, Rasulullah SAW disebutkan melakukan salat tarawih dengan 11 (sebelas) rakaat (8 tarawih, 3 witir). Namun, beberapa pendapat menyebutkan bahwa salat tarawih ini dilakukan selama 5 jam.

“Beliau salat tidak melebihi dari sebelas rakaat baik dalam bulan Ramadan ataupun selainnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, ada hadis yang menyatakan bahwa para sahabat di jaman kepemimpinan Umar bin Khattab RA, melakukan salat tarawih dengan 23 rakaat. Yakni, 20 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat salat witir.

Meskipun terjadi perbedaan jumlah rakaat, hendaknya hal tersebut tidak menjadi perpecahan umat Islam. Karena sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah membatasi jumlah rakaat salat tarawih.

Seorang muslim seharusnya bersungguh-sungguh dalam mendirikan salat tarawih, terutama pada 10 malam menjelang akhir Ramadan. Karena malam tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menanti Lailatul Qadar.

Selamat menjalankan ibadah puasa! (YG)

Comment di sini