Terancam Sanksi Miliaran, Ini Tanggapan BlackBerry Indonesia

by
July 17th, 2013 at 9:15 am

Jakarta (CiriCara.com) – Layanan BlackBerry tercatat telah mengalami kendala beberapa kali sejak tahun lalu. Lumpuhnya layanan BlackBerry tersebut tentu saja merugikan para pengguna yang memakai BlackBerry untuk berbagai tujuan.

Ist.

Ist.

Setelah sempat diam terhadap layanan BlackBerry yang sering lumpuh tersebut, akhirnya petinggi BlackBerry Indonesia mau angkat bicara secara langsung. 

Seperti diberitakan oleh Detik.com, Maspiono Handoyo selaku Managing Director BlackBerry Indonesia meminta maaf secara langsung untuk merespon pernyataan dari Menkominfo Tifatul Sembiring dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada hari ini, Rabu, 17 Juli 2013. Isi pernyataan dari pihak BlackBerry tersebut adalah:

“Kami sangat menghargai kepercayaan dan kesetiaan dari pengguna terhadap BlackBerry dan juga layanan BBM yang terus berkembang di Indonesia selama sekitar 9 tahun.

Kami berkomitmen untuk memastikan layanan dapat dinikmati dengan baik sesuai dengan harapan pengguna kami. 

Dan kami juga berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua lokal operator partner kami untuk memberikan komunikasi yang transparan dan cepat dengan pengguna sehingga pengguna kami selalu mendapatkan informasi ketika terjadi gangguan layanan BlackBerry. 

Saat ini kami fokus untuk terus meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap layanan kami.”

Sempat berhembus kabar bahwa BlackBerry terancam terkena denda akibat sering mengalami gangguan. Sanksi atau denda yang diberikan berupa pengembalian pulsa (refund) ke nomor pelanggan.

Seperti diberitakan oleh Liputan6.com, Nonot Hartono selaku anggota dari BRTI pernah menyarankan apabila terjadi gangguan selama 4 jam maka operator bisa membayar Rp. 1.000 ke setiap pelanggan. Bila denda itu dikalikan dengan pengguna BlackBerry yang ada di Indonesia saat ini maka sanksi bisa mencapai Rp. 15 miliar.

Meski terbilang besar namun sebenarnya denda tersebut tidak akan merugikan BlackBerry karena masih di bawah harga services yang dikenakan ke pelanggan yang bisa mencapai Rp. 90 miliar per hari.

Selama tahun 2012, BlackBerry di Indonesia sudah 5 kali mengalami gangguan di berbagai layanan terutama BlackBerry Messenger. BlackBerry juga sempat mengalami kelumpuhan untuk layanan email dan browser pada bulan Mei dan awal Juli lalu. (RN)

Comment di sini