Kisah Ide Bisnis Ustadz Yusuf Mansur

by
July 18th, 2013 at 2:07 pm
Yusuf Mansur

Ustadz Yusuf Mansur – Ist

Jakarta (CiriCara.com) – Belakangan ini Ustadz Yusuf Mansur menjadi sorotan publik karena bisnisnya yang dinilai ilegal. Ustadz kondang ini diketahui tengah merintis bisnis investasi dalam bentuk Patungan Usaha (PU) dan Patungan Aset (PA).

Seperti diberitakan detik.com, Yusuf Mansur sempat menceritakan awal mula munculnya ide bisnis tersebut. Menurut Ustadz yang terkenal lewat buku “Wisata Hati” itu, ide patungan tersebut muncul melalui kicauannya di Twitter.

Yusuf merasa prihatin dengan kondisi Indonesia yang mayoritas bisnis dan sumber daya alamnya dipegang oleh orang asing. Berawal dari pemikiran tersebut, Yusuf pun akhirnya mempunyai ide mengumpulkan dana untuk mengambil alih aset Indonesia agar tidak dikuasai kapitalis.

Bermodalkan kepercayaan, Yusuf pun kemudian mulai mengumpulkan dana dengan menyodorkan nomor rekening. “Yang percaya sama saya, taruh Rp 1 juta,” tutur Yusuf, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (18/7/2013).

Yusuf tidak menyangka, dalam waktu dua minggu, uang yang terkumpul sudah mencapai Rp 800 juta. Setelah melihat uang yang terkumpul semakin banyak, Yusuf pun akhirnya memutuskan untuk membeli hotel dan apartemen.

Yusuf berencana untuk mengakuisisi hotel dan apartemen bernama Topas di dekat Bandara Soekarno-Hatta. Namun dana yang terkumpul masih belum cukup, karena hotel dan apartemen itu dibanderol dengan harga Rp 150 miliar.

Yusuf juga sempat berencana untuk mengakuisisi ladang minyak di Kazakhstan yang akan membutuhkan dana Rp 1 triliun. Ladang minyak tersebut belum dikelola oleh negara tersebut.

Untuk itu, Yusuf pun mulai melakukan perekrutan anggota PU baru. Dengan bermodalkan promosi melalui internet, Yusuf mulai membuka pendaftaran dan menargetkan 15.000 peserta dengan investasi minimal Rp 12 juta per orang.

Langkah Yusuf untuk meluaskan jaringan ternyata tidak berjalan mulus. Sejumlah pihak menilai ide Patungan Usaha yang diusung Yusuf itu merupakan bisnis investasi ilegal. Pasalnya, bisnis tersebut belum mendapatkan izin dari OJK.

Setelah melakukan perundingan dengan sejumlah ahli keuangan dan juga Menteri BUMN Dahlan Iskan, Yusuf pun memutuskan untuk menutup sementara pendaftaran investasi. Belum diketahui kapan pendaftaran tersebut akan kembali dibuka.

(YG)

Comment di sini