Huawei Dituding Jadi Mata-mata China di Amerika

by
July 19th, 2013 at 3:40 pm

Sydney (CiriCara.com) – Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa perusahan raksasa asal China, Huawei dan ZTE telah menjadi mata-mata negaranya di Amerika.

Huawei jadi mata-mata China di Amerika

Huawei jadi mata-mata China di Amerika

Tampaknya kabar tersebut bukan hanya sekedar rumor belaka karena seorang mantan Kepala CIA atau badan intelijen pusat di Amerika mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan bukti kuat yang menuding Huawei telah menjadi mata-mata untuk kepentingan pemerintah China.

Diberitkan oleh Australian Financial Review menurut lansiran Kompas.com, menurut Michael Hayden, mantan Kepala CIA dan Badan Keamanan Nasional (NSA) tersebut, Huawei dikabarkan telah berbagi kedekatan dan pengetahuan yang ekstensif dengan Pemerintah China tentang berbagai sistem telekomunikasi asing di berbagai negara termasuk Amerika.

Menurut Hayden, kabar tersebut bukan sebuah omong kosong karena badan-badan intelijen memiliki bukti-bukti yang sangat kuat tentang kegiatan mata-mata oleh Huawei meski belum bisa dijelaskan secara rinci.

Sebelumnya, tepat pada bulan Oktober 2012 lalu, Komite Intelijen DPR AS mendesak perusahaan-perusahaan Amerika untuk berhenti berbisnis dengan Huawei dan ZTE karena China bisa memata-matai komuniasi dan mengancam sistem terpenting lewat jaringan.

Meski pernah mendapat tuduhan serupa pada tahun lalu, Huawei tetap membantah bahwa pihaknya sudah menjadi kaki tangan China untuk memata-matai Amerika.

Bahkan Huawei Global Cyber Security Chief Officer, John Suffolk menganggap tudingan Hayden sebagai sebuah bentuk fitnah yang tidak mempunyai dasar apapun.

Huawei kini tengah merangkak menjadi salah satu produsen alat komunikasi terbesar di dunia dengan melibatkan diri dalam urusan telekomunikasi di berbagai negara maju seperti Inggris, Amerika, dan Australia.

Sementara itu, di Australia, pemerintah sudah melarang Huawei untuk terlibat dalam pembangunan National Broadband Network yang bernilai ratusan miliar rupiah karena alasan keamanan negara. (RN)

Comment di sini