Mendikbud: Usut Tuntas Kasus Siswi SMK Meninggal Akibat MOS

by
July 21st, 2013 at 4:35 pm

Jakarta (CiriCara.com)Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan turut berduka cita atas meninggalnya Anindya Ayu Puspitasari, seorang siswi SMK 1 Pandak Bantul yang meninggal akibat mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) pada Jumat (19/7).

M nuh - Ist

M nuh – Ist

MOS atau ospek memang wajib diikuti oleh seluruh siswa dan siswi baru yang hendak memasuki tingkat sekolah yang lebih tinggi. Malangnya, seorang siswi berusia 16 tahun yang tinggal di Dusun Daleman, Srigading Kecamatan Sanden meninggal dunia setelah disuruh squat jump oleh panitia.

Berita meninggalnya Anindya juga telah sampai ke telinga Kemendikbud. Informasi yang diterima Kemendikbud yaitu seluruh siswa SMK 1 Pandak dikumpulkan di lapangan. Siswa yang tidak berseragam termasuk Anindya dihukum oleh panitia dan diminta untuk squat jump. Pada saat masuk barisan, korban pingsan dan dibawa ke UKS, lalu meninggal duia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kejadian yang menimpa Anindya menjadi perhatian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. M Nuh mengatakan bahwa pihak sekolah harus bertanggung jawab dan memastikan penyebab meninggalnya Anindya. Apakah karena materi MOS atau ada penyebab lain.

“Saya turut berduka cita atas meningalnya Anindya dan kasus tersebut harus diusut tuntas,” Kata Mendikbud kepada Detik.com.

Namun, saat dimintai keterangan ada perbedaan pendapat antara guru olahraga dan salah satu kakak kelas yang juga panitia MOS.

Dilansir dari Detik.com, Eddy Soetoro selaku guru olahraga di SMK 1 Pandak mengatakan bahwa keluarga mengakui korban memang sering pingsan. Selain itu, Eddy juga membantah bahwa Anindya kelelahan.

Sedangkan keterangan dari salah satu panitia MOS mengatakan bahwa Anindya memang sempat mendapat hukuman lompat 10 kali karena tak memakai kaos olahraga saat baris berbaris.

Ilustrasi MOS - Antara

Ilustrasi MOS – Antara

Informasi terakhir, Pemerintah Kabupaten Bantul segera membentuk tim investigasi untuk mengungkap kasus kematian siswi SMK 1 Pandaak saat mengikuti MOS di sekolah tersebut.

Dilansir dari Harianjogja.com, Riyanono, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul mengatakan bahwa mulai melakukan penyelidikan minggu depan. Selain penyelidikan, tim investigasi juga harus bisa merekomendasikan langkah apa yang bisa diambil untuk pelaksanaan MOS di masa yang akan datang.

“Saya kira adanya MOS itu bagus, hanya saka kontennya harus terus diawasi dan dievaluasi,” kata M Nuh kepada wartawan Detik.com.

Semoga kasus meninggalnya Anindya ini cepat diusut dan tak ada lagi siswa dan siswi yang menjadi korban selanjutnya saat mengikuti MOS. (NR)

Comment di sini