Blusukan, FITRA Sarankan Jokowi Tiru Umar Bin Khattab

by
July 22nd, 2013 at 10:08 am

Jakarta (CiriCara.com) – Gaya blusukan Jokowi yang lekat dengan sosoknya yang merakyat ternyata mendapat tanggapan tak terduga dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA).

Gaya blusukan Jokowi dikritik

Jokowi – Ist.

FITRA yang sering menyoroti anggaran yang digunakan oleh aparat pemerintah tersebut menuding Gubernur DKI Jakarta tersebut telah menghabiskan anggaran daerah. Bahkan blusukan yang dilakukan oleh Jokowi itu dianggap hanya sebagai upaya pencitraan menjelang Pemilu 2014.

Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi menuding anggaran yang dipakai blusukan berasal dari pajak rakyat yang telah masuk dalam APBD Jakarta.

Dari temuan FITRA sendiri, blusukan Jokowi sudah masuk dalam belanja penunjang operasional tahun 2013 sebesar Rp 26.670.450.000 per tahun yang terdaftar dalam lampiran III Peraturan Gubernur No.10 tahun 2013 tertanggal 25 Februari 2013, halaman 50.

Anggaran ini menurut FITRA lebih besar sekitar Rp. 9 miliar dari anggaran yang pernah dipakai oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Fauzi Bowo sebesar Rp.17.640.355.000. Anggaran yang dipakai Jokowi tersebut dianggap hanya memboroskan uang rakyat karena rakyat Jakarta dinilai tidak pernah merasakan manfaatnya secara langsung.

Bahkan Uchok menyebut aksi blusukan yang dilakukan oleh Jokowi itu sama seperti aksi-aksi sosial yang dilakukan oleh para artis karena tindakannya diketahui oleh banyak orang tanpa memberikan solusi untuk membenai Jakarta dari masalah pelik seperti kemacetan dan banjir.

Uchok menyarankan agar Jokowi meniru cara Umar Ibn Al-Khatab, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sederhana dalam menjalani hidup.

“Kalau mau tirulah Umar Ibnul Khatab. Dia sering berkeliling tanpa diketahui orang untuk mengetahui kehidupan rakyat terutama mereka yg hidup sengsara,” pungkas Uchok seperti ditulis oleh sumber berita, Tempo.co.

Menanggapi kritikan pedas dari FITRA yang menuding dirinya telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah per tahun, Jokowi mengaku heran.

Selama blusukan, Jokowi tidak menganggarkan pengeluaran karena ia hanya berjalan kaki. Bahkan jika melakukan blusukan dan inspeksi mendadak ke berbagai kantor kecamatan dan keluarahan, ia sama sekali tidak memakai anggaran. Kemudian berbicara tentang pencitraan, Jokowi menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mencitrakan dirinya.

“Yang dicitrakan apanya? Enggak ada,” katanya Minggu, 21 Juli 2013 kepada sumber berita ketika ditemui di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat. (RN)

Comment di sini