Data FITRA Soal Anggaran Blusukan Jokowi Dinilai Sesat

by
July 22nd, 2013 at 2:20 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Penilaian Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) terhadap gaya blusukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi cukup mengejutkan.

Jokowi Blusukan

Jokowi Blusukan – Ist.

Dengan gamblang, lembaga independen itu menyatakan bahwa blusukan Jokowi memerlukan anggaran mencapai Rp. 26,6 miliar per tahun. Semua pihak bahkan Jokowi sendiri terkejut mendapati pernyataan FITRA tersebut.

Menurut pengamat kebijakan publik, Andrinof Chaniago kepada sumber berita, Merdeka.com, data yang diperoleh FITRA tentang anggaran blusukan Jokowi tersebut belum tentu valid. Menurutnya, pendapat FITRA tersebut bisa jadi dimanfaatkan oleh sekelompok orang dengan tujuan menjatuhkan.

Apalagi kini nama Jokowi bukanlah nama yang asing lagi. Namanya hampir setiap hari muncul di berbagai media dan menjadi sosok primadona di kalangan rakyat Indonesia.

Karena kepopuleran tersebut, maka tak jarang Jokowi yang baru sepuluh bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta sering dilobi untuk ikut Pemilu 2014. Saking populer, apa saja yang berhubungan Jokowi terutama yang berbau negatif akan menjadi perhatian publik.

Adrinof mengatakan bahwa gaya blusukan yang dicetuskan oleh Jokowi tersebut adalah proyek murah yang dibuat agar tepat sasaran ke masyarakat.

“Anggaran besar tapi efektif kan enggak apa-apa, dari pada hemat tapi nyatanya boros di mana-mana. Blusukan itu proyek murah. Jokowi menggerakkan supaya program itu tepat sasaran,Bandingkan dengan pemerintahan sebelumnya yang rajin menggerogoti anggaran. Dengan proyek mengada-ada, atau proyek yang perlu tapi anggarannya mengada-ada. Fitra pakai kacamata yang sudah dibersihkan lah,” kata pengamat tersebut kepada sumber berita.

Anggapan FITRA tersebut juga dibantah oleh Jokowi sendiri. Menurut orang nomor satu di Jakarta tersebut ia tidak pernah memakai puluhan miliar hanya untuk blusukan. Dana sebesar Rp. 26,6 miliar tersebut hanyalah dana operasional seperti dana untuk koordinasi, keamanan, ketertiban sosial, dan operasional khusus.

“Blusukan enggak ada anggarannya, blusukan modalnya hanya jalan kaki saja, sudah. Masak pakai modal. Blusukan itu kan cuma jalan kaki. Ini fungsi dari management control. Contohnya, misalnya ada kebakaran, tapi saya ga pernah pegang dana itu. Dan kalau memang dipakai, itu juga tidak habis, paling separuh juga tidak,” terang Jokowi. (RN)

Comment di sini