Kronologi Meninggalnya Siswi SMK Bantul Saat MOS

by
July 22nd, 2013 at 10:03 am
MOS, masa orientasi siswa

Ilustrasi Masa Orientasi Siswa (MOS) -Ist

Bantul (CiriCara.com) – Salah satu siswi baru SMKN 1 Bantul, Yogyakarta, dikabarkan meninggal saat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Korban sempat pingsan setelah menerima hukuman saat MOS.

Dion, salah satu kakak kelas korban menuturkan kronologi meninggalnya siswi bernama Anindya Ayu Puspita itu. Dion menuturkan bahwa korban sempat mengikuti kegiatan baris berbaris pada hari terakhir MOS, Jumat (19/7/2013).

Dion mengatakan bahwa saat itu Anindya dan puluhan siswa baru lainnya tidak memakai baju olahraga. Karena dinilai melanggar aturan, Anindya dan teman-temannya itu pun mendapat hukuman berupa squat jump (lompat jongkok-berdiri) sebanyak 10 kali.

Namun, lanjut Dion, Anindya tidak kuat squat jump sepuluh kali karena mengaku kelelahan. Setelah diampuni dari hukumannya, Anindya pun diminta untuk kembali ke barisan. Tapi, tiba-tiba saja Anindya malah pingsan.

Panitia MOS dan guru olahraga pun langsung membawa Anindya ke Puskesmas Pandak, Bantul. Lalu pihak puskesmas merujuk Anindya agar dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Setelah dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul, Anindya dinyatakan meninggal.

Meskipun demikian, pihak Dinas Pendidikan Menengah dan Informal (Dikmenof) Kabupaten Bantul mengatakan bahwa pihak pengelola SMKN 1 Bantul membantah Anindya mengikut MOS. Menurut pihak sekolah, Anindya saat itu mengikuti seleksi Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan, Dikmenof Bantul, Sukarjo, mengaku telah menerima laporan dari pihak sekolah. Menurutnya, MOS di SMKN 1 Bantul sudah selesai sejak Rabu (17/7/2013) lalu.

Sukarjo menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, Anindya tidak mendapatkan hukuman squat jump. Saat itu, Anindya dan teman-temannya yang tidak membawa baju olahraga hanya diperingati oleh panitia seleksi Paskibraka.

“Mereka (SMKN 1 Bantul) tidak menyebut (hukuman squat jump) itu,” kata Sukarjo.

Baca juga: Ciri Anak Jadi Korban Bully di Sekolah.

Sukarjo mengatakan bahwa Anindya merupakan anak kembar. Namun, saudara kembarnya juga sudah meninggal pada dua tahun lalu. Menurut pihak keluarga, saudara kembar Anindya meninggal karena kelelahan dan sering pingsan.

Meskipun demikian, Sukarjo tetap mempersilakan pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. Pada Sabtu, 20 Juli 2013, pihak polisi sudah mulai memintai keterangan dari pihak sekolah.

(YG)

Comment di sini