SBY: FPI Mencederai Islam

by
July 22nd, 2013 at 9:12 am
Presiden SBY

Presiden SBY – Ist

Jakarta (CiriCara.com) – Bentrok yang terjadi antara Front Pembela Islam (FPI) dengan warga Kendal yang terjadi pada hari Rabu dan Kamis, 17 dan 18 Juli 2013 kemarin menjadi perhatian dari orang nomor satu di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut SBY, bentrok yang menurut berita disebabkaan oleh aksi main hakim ormas tersebut telah memalukan agama Islam. Dikutip dari Kompas.com, Presiden SBY menghimbau agar seharusnya semua pihak menghormati bulan suci Ramadhan dan hukum yang telah ditetapkan di Indonesia.

Presiden juga menegaskan bahwa selain penegak hukum maka pihak-pihak lain dilarang untuk main hakim sendiri di tengah masyarakat. Apalagi jika aksi main hakim sendiri itu mengatasnamakan agama sebagai pedomannya.

Kekerasan yang dilakukan oleh ormas tersebut justru menimbulkan stereotip bahwa agama Islam lekat dengan kekerasan. Padahal, Islam tidak pernah identik dengan kekerasan dan perusakan. Ia berharap agar semua pihak bisa menghormati bulan suci Ramadhan termasuk bagi mereka yang tidak berpuasa

“Bagi saudara yang tidak menjalankan ibadah puasa, wajib menghormati yang menjalankan ibadah puasa. Untuk yang beribadah, marilah kita beribadah yang baik sambil memohon ridho Allah. Kita harus menahan diri, mencegah tindakan-tindakan yang membatalkan puasa, perusakan, hingga main hakim sendiri,” kata Presiden dalam acara  buka bersama 5.000 anak yatim di JIEXPO Kemayoran, Minggu, 21 Juli 2013 seperti dikutip oleh Kompas.com.

Kerusuhan yang terjadi antara ormas FPI dan warga Kendal terjadi pada hari Kamis, 18 Juli 2013. Saat itu FPI menabrak seorang pengendara sepeda motor hingga tewas di tempat. Ormas yang berasal dari Temanggung itu kemudian menjadi sasaran amukan warga Kendal.

Dari kisruh tersebut, sebuah mobil yang ditumpangi oleh rombongan FPI dibakar massa dan tiga buah mobil lainnya dirusak. Sementara itu, anggota FPI asal Temanggung yang tertinggal di Kendal sempat ditahan oleh massa selama beberapa hari.

Awal mula bentrok tersebut terjadi saat pada hari Rabu, 17 Juli 2013, FPI memaksa sweeping sejumlah tempat hiburan yang berujung dengan kekerasan. Karena warga Kendal tidak terima perlakuan FPI yang bukan berasal dari wilayah mereka maka bentrokan pun tak bisa dihindari. (RN)

Comment di sini