5 Pelanggaran Bisnis Ustadz Yusuf Mansur

by
July 23rd, 2013 at 3:55 pm
Yusuf mansyur

Ustadz Yusuf Mansur – Kapanlagi

Jakarta (CiriCara.com) – Bisnis investasi “Patungan Usaha” Ustadz Yusuf Mansur dinilai sebagai investasi “bodong” oleh sejumlah pihak. Pasalnya, bisnis Ustadz Yusuf Mansur itu telah melakukan pelanggaran aturan investasi.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sudah memanggil Yusuf Mansur terkait masalah bisnisnya. Dari hasil pertemuan tersebut, Yusuf mengaku tidak sengaja melanggar dan akan segera memperbaiki sistem bisnisnya itu.

“Saya benerin dulu legalnya. Kalau semuanya sudah benar, nanti saya buka lagi,” kata Yusuf.

Seperti dilansir Tempo.co, Selasa (23/7/2013) ada lima pelanggaran yang dilakukan oleh Ustadz Yusuf Mansur. Berikut pelanggaran yang terjadi dalam bisnis Yusuf Mansur:

1. Belum memiliki izin

Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal, pihak yang boleh melakukan bisnis investasi yang investornya lebih dari 50 orang adalah perseroan terbatas. Sementara itu, bisnis Yusuf Mansur masih dikelola dengan nama pribadi. Itu artinya Yusuf belum memiliki izin usaha dari OJK.

2. Belum berbadan hukum

Untuk menjamin keamanan investornya, pengelola bisnis investasi harus berbadan hukum. Namun, bisnis investasi yang dijalankan Yusuf masih bersifat personal. Pasalnya, investasi sebesar Rp 12 juta ditampung dalam rekening pribadinya.

3. Menjanjikan imbal hasil

Menurut aturan pasar modal, tidak ada imbal hasil untuk para investor. Para investor hanya akan mendapatkan dua pendapatan, yakni dividen dan kenaikan harga saham. Namun pada Patungan Usaha, Yusuf malah menjanjikan imbal hasil sebesar 8 persen.

4. Bukti investasi belum jelas

Peserta investasi di Patungan Usaha milik Yusuf hanya mendapat bukti kepemilikan. Padahal, seharusnya para investor mendapatkan bukti milik berupa saham perusahaan. Itulah sebabnya OJK meminta Yusuf untuk mendirikan perseroan terbatas.

5. Pengalihan aset

Selain Patungan Usaha, Yusuf juga membuat “Patungan Aset”. Yusuf pun sempat mengklaim akan mengambil alih Hotel dan Apartemen Topas. Namun, menurut Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu Kota Tangerang, aset Hotel Topas masih dipegang atas nama Shahnan Lubis.

Berkaitan dengan pelanggaran-pelanggaran tersebut, Yusuf pun sudah menutup pendaftaran investor baru untuk bisnisnya itu. Yusuf akan kembali membuka pendaftaran setelah bisnisnya sudah diakui secara hukum.

(YG)

Comment di sini