Ramadan, Murid Non-Muslim Malaysia Makan di Ruang Ganti

by
July 24th, 2013 at 10:14 am
murid sekolah malaysia

Murid non-Muslim Malaysia makan di ruang ganti – Ist

Kuala Lumpur (CiriCara.com) – Orangtua murid sekolah Seri Pristina di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia memprotes pihak sekolah karena menyuruh murid non-Muslim makan di ruang ganti selama Ramadan. Kebijakan tersebut dinilai merugikan murid.

Guneswary Kelly, ibu salah satu murid yang bersekolah di Seri Pristina sempat mengunggah sejumlah foto ke Facebook. Dalam foto tersebut terlihat murid non-Muslim yang tengah menyantap makanan di ruang ganti yang kondisinya seperti di toilet.

Pihak sekolah meminta murid non-Muslim makan di ruang ganti dengan alasan untuk menghormati murid yang sedang berpuasa Ramadan. Namun, Guneswary menilai kebijakan tersebut bisa membuat anaknya mudah terserang penyakit.

“Kamar mandi itu penuh bakteri dan baunya sungguh tidak sedap,” protes Guneswari melalui akun Facebooknya, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (24/7/2013).

Guneswari mengaku sedih karena anaknya harus makan di tempat yang tidak layak. Ia juga merasa bahwa anaknya telah diperlakukan dengan tidak adil. “Apakah ini terlihat adil, teman-teman Malaysia?” protesnya.

Foto-foto yang diunggah Guneswari ke Facebook itu pun langsung menarik banyak perhatian. Bermacam-macam tanggapan pun muncul dari pengguna Facebook lainnya. Bahkan, mereka pun mengecam pihak sekolah karena kebijakan tersebut.

Ruang ganti buat makan

Kondisi ruang ganti di sekolah Seri Pristina di Malaysia – Ist

Bahkan, ada salah satu pengguna Facebook yang mengaku telah melaporkan sekolah tersebut ke pihak berwajib. Mereka merasa geram dan tidak setuju dengan kebijakan makan di ruang ganti tersebut.

Sementara itu, Deputi Menteri Pendidikan Malaysia P Kamalanathan mengaku sudah melakukan penyelidikan terkait kebijakan sekolah Seri Pristina. Dia juga mengaku tidak setuju dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah milik Pemerintah Malaysia itu.

Menurut Kamalanathan, seharusnya pihak sekolah bisa menyediakan tempat makan khusus yang lebih layak untuk para murid non-Muslim. “Tentu saja bukan kamar mandi atau toilet,” tegasnya.

(YG)

Comment di sini