Sekou Camara Meninggal Akibat Serangan Jantung

by
July 29th, 2013 at 9:06 am
Sekou Camara, Sekou Camara 2013, sekou camara tewas

Sekou Camara – Ist

Bandung (CiriCara.com) – Dunia sepakbola Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya pemain asing Pelita Bandung Raya, Sekou Camara, Sabtu (27/7/2013) malam lalu. Sekou meninggal saat menjalani latihan bersama timnya.

Ketua Pelita, Marco Garcia Paolo menuturkan bahwa Sekou meninggal dunia karena serangan jantung. Sekou sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, RS Halmahera Siaga, namun nyawanya tetap tidak tertolong.

“Analisis dokter, ia disebut telah meninggal sebelum sampai di rumah sakit akibat serangan jantung,” tutur Marco, seperti dikutip dari Tempo.co, Senin (29/7/2013).

Marco menuturkan bahwa awalnya Sekou menjalani latihan gim dengan pemain lainnya seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda bahwa Sekou sedang sakit. Pemain asal Republik Mali itu tetap berlatih tanpa mengeluh sakit ataupun kesakitan.

Setelah beberapa saat mengikuti latihan, Sekou sempat terlihat menundukkan badannya tanpa mengeluh sakit atau minta tolong. Para pemain yang lain pun mengira Sekou sedang membetulkan posisi tali sepatunya.

Namun ternyata Sekou sudah tidak sadarkan diri. Tim medis Pelita sempat memberikan penanganan pertama di lapangan selama beberapa menit, namun tidak membuahkan hasil. “Mulutnya sudah kaku. Tidak bisa dibuka untuk diberi napas buatan,” tutur Marco.

Setelah dibawa ke rumah sakit, barulah diketahui bahwa Sekou Camara sudah meninggal dunia karena serangan jantung. Belum diketahui secara pasti penyebab Sekou mengalami serangan jantung. Pihak keluarga juga menolak saran visum yang disampaikan pihak rumah sakit.

Kasus meninggalnya Sekou Camara semakin menambah daftar pemain asing yang meninggal di Indonesia dalam kurun waktu setahun terakhir ini. Sebelumnya, pemain Brasil, Bruno Zandonadi juga meninggal dunia di Indonesia.

Selain Bruno, pemain Argentina Diego Mendieta juga meninggal di Indonesia. Diego diketahui menderita sakit tifus dan sempat dirawat di rumah sakit. Namun, karena gajinya yang belum dibayar pihak klub Persis Solo, perawatan Diego pun harus terbengkalai hingga akhirnya meninggal dunia.

(YG)

Comment di sini