Cara Menjadi Anak Jenderal

by
July 31st, 2013 at 3:00 pm

CiriCara.com – Balada seorang pemuda yang mengaku sebagai anak jenderal agar bisa menerobos portal busway di Jakarta ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.

Febri Suhartoni anak jenderal

Mobil Febri Suhartoni yang mencoba menerobos – Ist

Febri Suhartoni namanya. Pemuda berusia 18 tahun ini bukan anak jenderal. Ayahnya bernama Devi Suhartoni, seorang petani karet yang mengelola perkebunan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pria yang lahir 43 tahun silam ini langsung terbang ke Jakarta begitu mengetahui anaknya yang baru saja lulus SMA terlibat kasus di ibukota.

Modus mengaku-aku sebagai anggota keluarga atau kenalan orang dalam organisasi militer/kepolisian/pemerintahan agar lolos dari jeratan hukum di jalan jarang muncul di media nasional.

Tapi trik ini rupanya masih populer meskipun sekarang sudah bukan era Orde Baru di mana kekuasaan bisa menjadi kekuatan.

Sayangnya tidak semua anak terlahir sebagai anak jenderal yang punya kuasa dan bisa berbuat seenaknya di jalan.  Jadi, kami akan bagikan cara untuk menjadi anak jenderal agar bisa menerobos jalur busway, lampu merah, sampai dikawal petugas patroli.

1. PDKT ama anak jenderal

Mulai targetkan anak jenderal untuk jadi calon suami/istri. Gali informasi seputar militer. Pakai kostum dan aksesori ala militer. Bila perlu, bikin forum internet khusus yang membahas militer. Pasti keluarga target yang dari militer akan terkesima.

Baca juga: Cara Mendekati Cewek Alim

2. Pasang iklan cari ayah angkat jenderal

Pasang iklan di media cetak dan online kalau kamu sedang mencari ayah angkat yang berprofesi sebagai jenderal. Bila perlu, sewa headhunter yang punya kemampuan khusus dalam merekrut orang yang punya keahlian tertentu, dalam hal ini cari jenderal yang kaya raya dan berpengaruh.

3. Minta ayah ubah nama jadi “Jenderal”

Mintalah ayahmu untuk memasukkan kata “Jenderal” di tengah namanya. Misalnya nama ayahmu Ahmad Subarjo, ubah menjadi Ahmad Jenderal Subarjo di KTP, KK, dan surat-surat lainnya. Jika sudah, kamu punya bukti kuat kalau ayahmu adalah jenderal.

4. Asal ngaku-ngaku aja

Cara terakhir ini yang ditempuh oleh Febri. Ngaku-ngaku aja ke orang lain. Untuk menguatkan klaim, bawa kartu nama jenderal yang kamu akui sebagai ayahmu. Tapi hati-hati, jangan sampai tertangkap basah seperti Febri. Malunya itu lho.

Sebagai orang Indonesia yang negaranya pernah dikuasai kekuatan aparat selama lebih dari 32 tahun, wajar jika ada sebagian orang yang hidupnya masih dibayangi nostalgia orde yang kelam itu.

Sebagai produk reformasi, seharusnya kita bisa memulai lembaran baru kehidupan berbangsa dan bernegara yang saling bertoleransi, menghargai, dan menjunjung tinggi kejujuran di atas segalanya.

(hp)

Comment di sini