Syarat Karyawan Mendapatkan THR

by
July 31st, 2013 at 3:56 pm

CiriCara.com – Nampaknya sudah menjadi tradisi di Indonesia jika menjelang hari raya keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Natal para pekerja mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan adanya tunjangan itu tentunya para pekerja bisa memanjakan keluarganya dengan pakaian baru, hidangan lezat, dan hal lainnya.

Karyawan mendapatkan THR - Ist

Karyawan mendapatkan THR – Ist

Tunjangan Hari Raya Keagamaan atau bisa disebut dengan THR merupakan hak pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada para pekerjanya menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain.

Meskipun THR merupakah hak pendapatan yang wajib dibayarkan, namun masih ada saja para pekerja yang sudah bertahun-tahun bekerja tapi tak mendapatkan THR sepeser pun. Selain itu, masih banyak juga para pekerja yang belum memahami hak berupa THR, seperti mereka menerima THR ala kadarnya dari perusahaan.

Adapun hukum yang mengatur mengenai THR yaitu peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) yang berisi, “Setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah wajib membayar THR, entah itu berbentuk perusahaan, perorangan, yayasan, atau perkumpulan”.

Selain itu ada juga syarat karyawan mendapatkan THR, antara lain:

1. Sesuai dengan PER.04/MEN/1994 pasal 2, pengusaha diwajibkan untuk memberi THR Keagamaan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan atau lebih secara terus-menerus. Peraturan ini tidak membedakan status pekerja apakah telah menjadi karyawan tetap, kontrak, atau paruh waktu.

2. Pekerja yang telah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih mendapatkan THR sebesar 1 bulan upah.

Uang THR - Ist

Uang THR – Ist

3. Pekerja yang telah memiliki masa kerja 3 bulan secara terus-menerus tapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja, yakni dengan perhitungan jumlah bulan masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan 1 bulan upah.

4. Pekerja yang dipecat (PHK) tetap berhak mendapat THR apabila masa pemecatan maksimum 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan pekerja.

THR harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari keagamaan pekerja agar memberi keleluasaan bagi para pekerja menikmati bersama keluarga. Jika belum mendapatkannya, maka bisa melaporkan masalah tersebut ke Pusat Pengaduan di LBH Jakarta di nomor 021-3145518. Jika memang sebelumnya ada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, maka ketelatan memberikan THR itu diperbolehkan.

Selain dalam bentuk uang, THR bisa diberikan dalam bentuk lain namun dengan beberapa syarat yaitu harus ada kesepakatan antara pekerja dan pengusaha, nilai yang diberikan dalam bentuk non-tunai maksimal 25% dari seluruh nila THR, barang tersebut tak boleh minuman keras, obat-obatan, dan bahan obat, serta harus diberikan bersamaan pembayaran THR.

Bagi para pengusaha yang melanggar ketentuan pembayaran THR akan diancam hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang ketentuan-ketentuan pokok mengenai Tenaga Kerja.

Baca juga: Tips bijak menggunakan uang THR

(NR)

Comment di sini