Nazaruddin Bongkar 11 Proyek Bermasalah ke KPK

by
August 1st, 2013 at 9:20 am
Nazaruddin bongkar 11 proyek bar

Nazaruddin bongkar 11 proyek baru / Ist.

Jakarta (CiriCara.com)Muhammad Nazaruddin kembali berkicau. Mantan petinggi Partai Demokrat ini akan membongkar kasus yang lebih besar.

Diberitakan oleh Tempo.co, Elza Syarief selaku pengacara Muhammad Nazaruddin telah mendaftae kasus yang akan dibongkar kliennya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Elsa, setidaknya ada 11 proyek bermasalah dalam daftar kasus yang akan dibongkar oleh Nazaruddin mulai dari kasus di Kementerian Pendidikan Nasional atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pusat Olah Raga Hambalang.

Nazaruddin sendiri menyebutkan bahwa ada 11 proyek proyek yang sudah ia buka ke penyidik KPK antara lain:

1. Proyek di Kementerian Pendidikan.

Menurut keterangan dari kuasa hukum Nazaruddin, semua hal yang terkait dengan proyek ini termasuk pemberian uang dan mark up sudah dijelaskan.

2. Proyek MA 60 Merpati senilai US$ 100 juta.

Proyek kedua melibatkan para pimpinan DPR, Badan Anggaran, dan juga pejabat eksekutif di lingkungan pemerintahan  yang di dalamnya terdapat proyek rekayasa pembagian uang untuk tahun 2010.

3. Proyek E-KTP.

Proyek ketiga adalah proyek E-KTP senilai Rp. 5,8 triliun dengan mark up sekitar 4 sampai 5 persen. Uang mark up dibagi-bagi kepada anggota DPR RI dan menteri-menteri terkait. Elza sendiri sudah mengantongi nama pihak-pihak terkait.

4. Proyek gedung Pajak.

Proyek gedung pajak ini diduga direkayasa oleh Badan Anggaran DPR dan Dirjen Pajak untuk periode tahun 2007 hingga 2009.

5. Proyek PLTU Kalimantan Timur.

Proyek selanjutnya adalah proyek PLTY Kalimantan Timur yang dimenangkan oleh PT Adhi Karya, JO Cina untuk periode 2010 hinggal 2011 yang bernilai sekitar Rp. 2,3 triliun.

6. Proyek PLTU Riau.

Proyek PLTU Riau dimenangi oleh JO Cina dengan nilai proyek Rp. 1,3 triliun.

7. Proyek Diklat MK.

Proyek ini bernilai Rp. 196 miliar yang diketahui oleh Nazaruddin.

8. Proyek gedung MK.

Nilai proyek ini seharga Rp. 300 miliar lebih. Komisi III mendapatkan fee sebesar 7 persen dari proyek itu.

9. Proyek Refeneri Unit RU Cilacap.

Nilai proyek ini mencapai USD 937 juta yang dimenangkan oleh Adhi Karya, JO. Fee untuk proyek ini dibagi ke beberapa orang.

10. Proyek simulator.

11. Proyek Hambalang.

Dan terakhir adalah proyek Wisma Atlet Hambalang yang mencapai angka Rp. 79 miliar. Uang sebesar itu dibagi-bagi kepada beberapa orang.

“Uang yang sudah dibagi-bagikan kan sudah masuk kantong masing-masing, sehingga untuk menutup Wisma Atlit (menutup perkara yang katanya untuk ke KPK, hingga untuk bayar lawyer segala rupa), pakai proyeknya Peralatan Olahraga Hambalang senilai Rp 79 Miliar, padahal gedungnya belum jadi,” jelas Elza seperti dikutip oleh sumber berita.

(RN)

Comment di sini