Mengaku Anak Jenderal, Ini IPK Febri di Kampus

by
August 2nd, 2013 at 8:42 am
Mobil Honda Jazz milik Febri Suhartoni

Mobil Honda Jazz milik Febri Suhartoni / Twitter / Tempo

Jakarta (CiriCara.com)Febri Suhartoni, anak seorang pengusaha karet asal Kalimantan Timur yang mengaku sebagai seorang anak jenderal tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti, Jakarta.

Ternyata lewat catatan akademiknya, Febri bukanlah seorang mahasiswa yang berprestasi. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Universitas Trisakti, Yudhi Lutfi.

Diberitakan oleh Tempo.co, Febri Suhartoni memang tercatat sebagai mahasiswa aktivitas Universitas Trisakti. Ia aktif di Jurusan Ekonomi Manajemen dan merupakan mahasiswa semester 6 karena baru masuk pada tahu 2010 lalu.

Menurut informasi, Febri hanya mengambil 39 total Satuan Kredit Semester (SKS) selama enam semester. Sementara Indeks Prestasi Kumulatif Febri adalah 1,29. Nilai ini dianggap sejalan dengan kelakuan Febri saat berada di luar kampus.

“Jadi, nilai IPK berbanding lurus dengan kelakuan dia di luar kampus,” kata Yudhi kepada sumber berita, Kamis, 1 Agustus 2013.

Karena ulahnya itu, Febri akan dipanggil oleh komisi disiplin dekanat untuk melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan Febri tersebut. Secara tidak langsung, ulah Febri sudah membuat nama dan citra Universitas Trisakti menjadi tercemar.

Nama Febri menjadi tercemar karena pada hari Selasa, 30 Juli 2013 lalu, Febri nekat menerobos jalur busway menggunakan mobil Honda Jazz-nya. Ia memaksa petugas membuka portal busway dengan mengaku sebagai anak seorang jenderal.

Karena ulahnya tersebut, ayah Febri, Devi Suhartoni langsung datang dari Balikpapan ke Jakarta untuk meminta maaf. Ia mengaku kecewa karena anaknya telah berbohong dan mencatut nama institusi penting serta nama Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Sebagai sanksinya, sang ayah melarang Febri untuk membawa mobil selama enam bulan. Ia juga rela bila anaknya tersebut mendapat sanksi sosial untuk membersihkan busway.

Febri juga menjadi sasaran bulan-bulanan di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Karena di-bully, Febri pun menutup akun Twitter-nya. (RN)

Comment di sini