Naqsabandiyah: Lebaran Jatuh Pada 6 Agustus

by
August 2nd, 2013 at 11:10 am
Tarekat Naqsabandiyah, lebaran 2013, idul fitri 2013

Naqsabandiyah – Tempo.co

Padang (CiriCara.com) – Jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat sudah menetapkan 6 Agustus 2013 sebagai Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Musala Baitul Makmur, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Edizon.

Menurut Edizon, jumlah puasa Jamaah Tarekat Naqsabandiyah tahun ini hanya selama 30 hari. Karena puasa dimulai pada 7 Juli 2013, maka Naqsabandiyah akan merayakan Lebaran pada tanggal 6 Agustus 2013 mendatang.

“Dipastikan Lebaran jatuh pada 6 Agustus,” kata Edizon.

Dengan dikeluarkannya keputusan tersebut, Edizon menjelaskan bahwa jamaahnya akan mulai mengumandangkan takbir pada 5 Agustus 2013. Usai melaksanakan salat Maghrib, para jamaah akan menggelar takbiran.

Jamaah Tarekat Naqsabandiyah memang mempunyai cara tersendiri dalam menentukan awal dan akhir Ramadan. Menurut Edizon, metode yang digunakannya adalah metode hisab munjid. Perhitungan awal puasa dilakukan dengan cara menghitung 360 hari dari 1 Ramadan tahun lalu.

Edizon mengakui bahwa setiap tahunnya ada perbedaan awal puasa dan Lebaran antara Naqsabandiyah dengan pemerintah. Namun ia tidak mau mempermasalahkan hal itu. “Inilah keyakinan kami dan dilakukan sesuai anjuran Rasul,” katanya.

Sementara itu, Muhammadiyah juga sudah menentukan Hari Raya Idul Fitri 1434 H jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013. Keputusan ini sudah disampaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui surat maklumat nomor 04/MLM/I.0/E/2013.

Meskipun demikian, pihak pemerintah hingga kini belum juga mengeluarkan keputusan penentuan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Rencananya, pemerintah melalui Kementerian Agama beserta Nahdlatul Ulama (NU) baru akan menggelar sidang isbat pada hari Rabu, 7 Agustus 2013 malam.

Apakah Lebaran tahun ini akan kembali berbeda? (YG)

Comment di sini