Cara Mudah Mengelola Koleksi Buku Pribadi

by
August 12th, 2013 at 2:29 pm

CiriCara.com - Membaca buku bagi sebagian besar orang merupakan aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Meskipun peran buku yang dicetak di kertas sudah mulai tergantikan oleh buku elektronik, masih banyak di antara kita yang lebih menyukai buku konvensional karena lebih nyata.

perpustakaan, buku, koleksi buku

Perpustakaan UGM – UGM

Seringkali saat kita mampir ke toko buku walaupun hanya sebentar ternyata ada begitu banyak buku-buku menarik yang ingin kita beli. Tanpa sadar, koleksi buku di rumah terus bertambah hingga menyita ruang gerak kita.

Belum lagi kalau buku-buku tersebut tidak memiliki media penyimpanan yang layak dan akhirnya diletakkan secara sembarangan. Akibatnya, rumah menjadi tidak sedap dipandang dan tampak sempit karena puluhan atau bahkan ratusan buku yang dibiarkan berceceran.

Tidak perlu menjadi seorang pustakawan untuk memiliki kemampuan dalam mengorganisasi buku. Asalkan ada kemauan, kita bisa menerapkan sedikit ilmu perpustakaan agar koleksi buku-buku kesayangan kita yang tidak beraturan bisa disulap menjadi perpustakaan mini nan rapi. Berikut ini langkah-langkahnya.

Baca juga: Cara Membuat Perpustakaan Mini di Rumah

1. Klasifikasikan buku berdasarkan jenis

Dalam ilmu perpustakaan memang dikenal teknik mengelompokkan buku berdasarkan Klasifikasi Desimal Dewey (DDC) yang terdiri dari sepuluh kelas utama. Namun kita tidak perlu mengelompokkan buku sampai sedemikian rinci karena memang penerapannya tidak mudah.

Cukup kelompokkan saja buku-buku berdasarkan jenisnya. Misalnya kita dapat mengelompokkan buku novel yang bisa dibagi lagi menjadi novel dalam negeri dan novel luar negeri, kemudian buku resep masakan, buku keagamaan, buku kesehatan, buku sejarah, buku biografi, buku motivasi diri, dan lain sebagainya.

2. Catat dan beri nomor semua judul buku berikut nama penulis

Buku yang sudah dikelompokkan sesuai klasifikasinya masing-masing tentu saja masih bisa luput dari perhatian kita bila tidak didata dengan baik. Itu sebabnya kita harus mencatat semua koleksi buku yang kita miliki. Tidak perlu sampai mencatat tahun terbit, nomor ISBN, atau lokasi penerbitan, cukup catat unsur paling esensial dalam sebuah buku, yakni judul buku dan nama penulis.

Setelah dicatat, jangan ketinggalan beri nomor buku berdasarkan genre sesuai alphabet judul. Misalnya, klasifikasi buku resep masakan kita beri kode “A”. Maka koleksi buku resep masakan kita beri nomor A1, A2, A3, A4, dan seterusnya sesuai alphabet dari judul buku. Nomor buku dapat kita tempelkan di punggung buku menggunakan label kecil sehingga mempermudah pencarian.

3. Susun sesuai urutan di dalam rak

Langkah selanjutnya apabila kita telah selesai menomori seluruh koleksi buku adalah menyusunnya sesuai urutan di dalam rak. Ingat, semakin kita mematuhi urutan penyimpanan buku akan semakin mudah kita mencarinya saat dibutuhkan. Selain karena buku-buku tersebut sudah dikelompokkan sesuai jenisnya, kita juga dapat mendeteksi buku-buku yang tidak berada di tempat seharusnya dengan cepat.

Baca juga: Cara Cerdas Menata Rak Buku

4. Catat semua koleksi buku yang akan dipinjam dalam dokumen khusus

Yang terakhir merupakan alasan paling umum mengenai raibnya koleksi buku kita secara misterius. Seringkali buku-buku dipinjam oleh teman maupun kerabat namun lama kelamaan kita lupa, buku apa yang sedang dipinjam, siapa saja yang meminjam, sudah dikembalikan atau belum.

Itulah pentingnya pencatatan sirkulasi buku. Mungkin pada awalnya mereka akan beranggapan bahwa kita terlalu prosedural padahal hanya meminjam koleksi pribadi. Justru hal tersebut yang harus ditekankan kepada mereka bahwa buku merupakan investasi jangka panjang dan harus dijaga kelestariannya. Sama halnya seperti merawat mobil, motor, komputer, atau barang berharga lainnya.

Demikian langkah mudah yang dapat kita praktikkan untuk mengelola koleksi buku-buku kesayangan kita. Pssst, cara ini dapat kita aplikasikan tidak hanya di rumah namun bisa juga di kantor, atau tempat lainnya. Cukup mudah bukan? Meski tergolong mudah, kita tetap harus meluangkan waktu khusus agar pekerjaan ini dapat terselesaikan, namun hasil akhirnya cukup sepadan. Selamat mencoba. (TZ)

Comment di sini