Lebaran Lebih Tegar, Angie Didukung Orang Tua Brotoseno

by
August 13th, 2013 at 10:34 am

Jakarta (CiriCara.com) - Ketika menjenguk Angelina Sondakh pada hari Raya Idul Fitri, Kamis (8/8) di Lapas Pondok Bambu Jakarta Timur, Brotoseno mengaku membawakan makanan khas lebaran. Yaitu ketupat lengkap lengkap dengan opor ayam dan beberapa kue. Istimewanya, seluruh makanan itu merupakan makanan yang dibuat ibunda Brotoseno khusus untuk Angie.

seksi angelina sondakh angie

Angelina Sondakh – Ist

“Tadi kebetulan mama masakin ketupat-opor ayam buat Angie. Jadi saya bawa sekalian makan berdua di dalam. Alhamdulillah makannya habis,” kata Brotoseno usai menjenguk kekasihnya itu.

Dengan kondisi itu, Brotoseno pun mengakui kalau orang tuanya mendukung hubungannya dengan Angie.

Orang tua dukung saya semuanya. Yang penting niat baiknya. Tinggal kita jaga aja,” tuturnya.

Selain orang tuanya, orang tua Angie juga tampak mendukung hubungan Brotoseno dengan Angie. Hal itu tampak pada saat mereka menjenguk bersama. Obrolan ringan tampak dari keduanya ketka sedang menunggu giliran memasuki Lapas.

Dengan kondisi tersebut, praktis hubungan mereka tergantung dengan keputusan mereka. Apakah ingin dipercepat keseriusan tersebut atau tidak. Tapi Brotoseno tampaknya masih menahan keseriusan tersebtu. Alasannya, ia tak ingin membebani Angie yang tengah dirundung masalah itu.

“Kalau soal omongan serius itu saya nggak mau bebankan lagi. Karena kan masalah dia sudah berat. Sekarang fokusnya dorong psikis dia dulu aja biar tenang dan kuat,” katanya.

Lalu kapan Brotoseno akan menikahi Angie? Lagi Brotoseno enggan memastikannya.

“Yang penting dia selesaikan dulu masalahnya, ikuti dulu prosesnya. Setelah itu rencana Allah kita nggak tahu,” jawabnya.

Disinggung soal kondisi Angie setelah ketemu, Brotoseno menjelaskan kalau kekasihnya itu dalam kondisi baik. Meski hari itu diakui Angie tidak melaksanakan Sholat Ied.

“Alhamdulillah Angie tadi sehat di dalam, Alhamdulillah lebih kuat dari lebaran kemarin. Sudah bisa ikhlas, tabah dan tawakal. Walaupun dia hari ini nggak bisa solat karena ada halangan,” katanya.

Brotoseno menjelaskan kalau posisinya saat ini selain menjaga Keanu, juga menguatkan Angie. Ia pun punya cara khusus menguatkan Angie.

“Alhamdulillah saya menguatkan saja. Menguatkannya ya dengan doa,” katanya tersenyum.

Diakui Brotoseno, meski saat ini kondisi Angie yang tampak lebih tegar dari tahun lalu, tapi adakalanya mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat itu psikologinya menurun.

“Pasti adakalanya dia ngedown-lah. Kan ada perbedaan tempat dan kondisi. Biasanya dia di luar, sekarang harus di dalam. Biasanya dia bisa bermain sama anaknya, sekarang harus terpisah. Belum citra masyarakat juga yang menyerang dia. pastilah kondisi seperti itu mempengaruhi psikologinya,” tuturnya.

Di saat kondisi saat itu, Brotoseno mengaku Angie terkadang menceritakan perasaannya. Posisinya sebagai penguat berperan besar dalam menjaga psikologi tersangka kasus korupsi itu agar tidak jatuh.

“Dia pernah cerita kalau lagi jenuh. Saya hanya menguatkan, kan semua masalah pasti ada. Saya bilang, yang penting kamu kuat, sehat dan jalanin semuanya jangan mikir apa-apa,” bebernya.

Tapi Brotoseno tampaknya tak mau mencampuri proses hukum yang dihadapi Angie. Sebagai mantan penyidik KPK sekaligus perwira tinggi Polri, tampaknya ia takut kalau banyak yang menilai ia berusaha mempengaruhi hukuman yang dihadapi Angie. Karena itu ia menyerahkan seluruh proses hukum kepada tim pengacara Angie.

“Proses hukum saya nggak mau ikut campur. Lagian itu kan sudah dipegang pengacaranya. Jadi saya percayakan semua pada mereka, biarkan berjalan sesuai apa adanya,” katanya.

Selain penguat dari Brotoseno, beruntung Lapas memiliki banyak kegiatan bagi para penghuninya. Alhasil, dengan banyaknya kegiatan itu, menurut Brotoseno juga mempengaruhi psikologis Angie agar tak jenuh.

“Alhamdulillah di dalam banyak kegiatan, jadi dia nggak jenuh. Setiap Rabu dan Jumat itu ada tausiyah dari ustad yang datang ke dalam,” ungkapnya.

Selain mengikuti kegiatan Lapas, kegiatan menekuni hobinya juga kerap dilakoni Angie. Diantaranya adalah melukis dan menulis. Khusus melukis, selama 2 tahun mendekam di tahanan, sudah 35 lukisan yang ia hasilkan.

“Dia senang melukis di dalam. Lukisannya udah banyak, kemarin aja yang saya bawa pulang ada 35 lukisan. Terakhir yang saya lihat itu dia lagi melukis gambar masjid,” katanya.

Sementara itu soal menulis, Brotoseno mengungkapkan rencana membuat buku terhadap beberapa tulisan Angie selama di penjara. Tapi ia enggan mengungkapkan tulisan seperti apa yang dihasilkan Angie itu.

“Setahu saya dia memang dari dulu suka menulis. Itu memang salah satu hobinya untuk menghilangkan boring. Mengenai rencana buku dan tulisan seperti apa, saya belum bisa kasih tahu,” pungkasnya. (yanoe)

Comment di sini