Tata Cara Puasa Syawal dan Hukumnya

by
August 15th, 2013 at 1:51 pm

CiriCara.com – Setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, sebagian umat muslim biasanya akan melanjutkan ibadahnya di bulan Syawal.

Puasa syawal, tips puasa, puasa di bulan Syawal, bulan Syawal, tata cara puasa Syawal

Puasa Syawal – Ist

Jika sebulan penuh umat muslim telah berpuasa di bulan Ramadan, maka bulan Syawal merupakan bulan kemenangan bagi umat islam.

Puasa enam hari di bulan Syawal selepas mengerjakan puasa wajib di bulan Ramadan adalah amalan sunnah yang dianjurkan, bukan wajib. Seorang muslim disarankan untuk mengerjakan puasa enam hari di bulan Syawal.

Banyak sekali keutamaan dan pahala yang besar bagi yang menjalankan puasa di bulan Syawal. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan, lalu ia mengiringinya dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti puasa selama setahun.” (Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi,Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

Selain itu, dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadan maka puasa sebulan itu sama dengan sepuluh bulan; dan dengan puasa enam hari setelah berbuka (Idul Fitri), maka ia melengkapi puasanya setahun.” (An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad).

Untuk menjalankan puasa Syawal, masih ada sejumlah umat muslim yang bertanya-tanya mengenai tata cara dan hukumnya. Agar puasa yang dijalankan benar dan mendapatkan pahala yang setimpal, Anda bisa menyimak tata cara puasa Syawal dan hukumya berikut ini:

1. Puasa Syawal dilakukan selama enam hari

Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa puasa Syawal itu dilakukan selama enam hari. Dari hadits tersebut, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.”

2. Diutamakan dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri

Puasa syawal, tips puasa, puasa di bulan Syawal, bulan Syawal, tata cara puasa Syawal

Bulan Syawal – Ist

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata. “Para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah Idul Fitri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan.” Namun, tidak apa-apa berpuasa di akhir bulan Syawal.

3. Diutamakan dilaksanakan secara berurutan

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin juga berkata, “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah. Itupun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.” Namun, jika dilakukan tidak berurutan atau acak juga tak apa-apa.

4. Usahakan untuk menunaikkan ‘qodho puasa terlebih dahulu

Adapun hukum mendahulukan puassa 6 hari pada bulan Syawal sebelum meng-qodho puasa Ramadan. terdapat perbedaan di kalangan ulama. Pertama, memperbolehkan puasa Syawal yang sifatnya sunnah sebelum mengganti puasa Ramadan yang sifatnya wajib. Pendapat kedua, mengharuskan agar puasa qodho didahulukan sebelum menunaikkan puasa Syawal.

Dari pendapat kedua mengatakan bahwa orang yang melakukan puasa 6 hari di bulan Syawal sebelum meng-qodho puasa Ramadan yang tertinggal tidak mendapatkan keutamaan sebagaimana dinyatakan dalam hadits. Sebab, dalam hadits disebutkan bahwa satu bulan sama dengan sepuluh bulan, dan puasa 6 hari setelah berbuka melengkapi menjadi setahun. Sedangkan, orang yang masih utang belum mennyempunakan puasa sebulan.

Itulah penjelasan mengenai puasa Syawal. Apakah Anda akan menjalankan puasa Syawal pada tahun ini? Semoga ibadah puasa yang Anda jalankan bisa mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT. Amin.

(NR)

Comment di sini