Anggota DPR: Penembakan Polisi Sudah Direncanakan

by
August 19th, 2013 at 10:58 am

Jakarta (CiriCara.com) – Polisi kembali menjadi sasaran penembakan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab, Jumat, 16 Agustus 2013 malam di Pondok Aren.

penembakan polisi di pondok aren

Ilustrasi penembakan polisi /Ist.

Penembakan yang ditujukan kepada anggota polisi ini menimbulkan banyak spekulasi. Menurut Bambang Soesatyo selaku Anggota Komisi III DPR RI, peristiwa penembakan tersebut bukan sebuah teror namun serangan yang mematikan.

Diberitakan oleh Merdeka.com, Bambang meminta agar seluruh jajaran institusi kepolisian merespon serangan tersebut agar moral para prajurit polisi tetap stabil.

Bambang sendiri cukup prihatin dengan kejadian penembakan yang mengakibatkan tewasnya dua orang anggota polisi tersebut. Ia juga sudah mengingatkan para petinggi Polri agar bertindak cepat mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan itu. Menurutnya serangan yang ditujukan pada polisi itu sudah direncanakan sebelumnya.

“Ini bukan lagi teror melainkan serangan mematikan. Saya berharap pimpinan Polri segera melancarkan operasi khusus untuk melumpuhkan para pelaku penembakan itu. Kalaupun rangkaian peristiwa ini masih dilihat sebagai teror, Polri semestinya meningkatkan operasi antiteror,” tegas Wakil Bendahara Umum Partai Golkar kepada sumber berita, Minggu, 18 Agustus 2013.

Penembakan anggota polisi terakhir kali terjadi di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dua orang anggota kepolisian yaitu Aiptu Kus Hendratna dan Bripka Ahmad Maulana tewas ditembak dua orang yang berboncengan memakai motor jenis Yamaha Mio.

Kejadian penembakan terhadap dua orang polisi itu terjadi saat Aiptu Kus Hendratna sedang melintas di jalan raya pada Jumat malam, 16 Agustus 2013 sekitar pukul 21.30 WIB.

Aipda Kus Hendratna yang sedang menuju ke Mapolsek Pondok Aren tiba-tiba dipepet oleh dua orang tak dikenal yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Mio. Aipda Kus Hendratna lalu ditembak oleh pembonceng misterius itu hingga jatuh.

Pelaku juga menembak Bripka Ahmad Maulana, anggota Buser yang kebetulan sedang berpatroli di dekat lokasi Aipda Kus Hedratna tertembak. 

Polisi sudah menyidiki kasus ini dan mengarahkan dugaan kepada seorang pria asal Tasikmalaya yang tinggal di Depok berinisial I. I sendiri diduga anggota dari organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) lantaran di rumahnya ditemukan sejumlah atribut FPI. (RN)

Comment di sini