KH Ali: Pasang Tarif Dakwah Itu Haram Hukumnya

by
August 19th, 2013 at 2:23 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Kabar Ustad Solmed memasang tarif untuk berdakwah di Hongkong ternyata menarik perhatian banyak pihak. Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub pun ikut menyampaikan pendapatnya mengenai kasus Ustad Solmed tersebut.

imam besar masjid istiqlal, kh ali mustafa yaqub,

KH Ali Mustafa Yaqub – Ist

Ali mengaku tidak setuju jika ada seorang ustad atau da’i yang memasang tarif tertentu untuk berdakwah. Menurutnya, hal itu hanya akan mencoreng citra baik para ustad yang lainnya. “Ustad itu tidak boleh pasang tarif,” tegasnya.

Ali menjelaskan bahwa menurut para ulama, memasang tarif untuk berdakwah itu hukumnya haram. Dia juga mengatakan bahwa seorang ustad itu tidak boleh meminta imbalan atas dakwahnya.

“(Pasang tarif dakwah) itu haram hukumnya. Kalau memang niat dakwah ya tidak boleh minta imbalan,” jelas Ali, seperti dikutip dari detik.com, Senin (19/8/2013).

Ali pun mengajak para ustad di Indonesia untuk meniru cara Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah meminta imbalan atau bayaran di setiap dakwahnya. Apalagi dakwah juga mempunyai tata cara dan kode etik yang perlu diperhatikan.

“Kalau berani memberikan tarif itu sama saja seperti menjual agama,” ujar Ali.

Meskipun demikian, para ustad masih diperbolehkan menerima imbalan setelah berdakwah. Namun, imbalan tersebut harus diberikan secara ikhlas oleh para jamaah tanpa ada paksaan dari pihak ustad. “Jika memang diberi ya tidak apa-apa,” kata Ali.

Sementara itu, kisruh antara Ustad Solmed dengan event organizer (EO) Hongkong masih belum terselesaikan. Ustad Solmed membantah dirinya telah memasang tarif dan malah menuding EO Hongkong mengambil keuntungan atas acara dakwah yang batal digelar itu.

(YG)

Comment di sini