MUI: Dakwah Tidak Layak Pakai Tarif

by
August 19th, 2013 at 1:54 pm

Jakarta (CiriCara.com)KH Maruf Amin selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia ikut berkomentar soal tarif dakwah ustadz atau penceramah yang sedang memanas akhir-akhir ini.

tarif ustadz saat ceramah di masjid

Ilustrasi ceramah di masjid / Ist.

Menurutnya, MUI memang belum mengkaji soal kepastian tarif ceramah namun ia memastikan bahwa tidak selayaknya dakwah dibebani dengan besarnya tarif.

MUI mengatakan bahwa ceramah adalah sebuah tugas dan kewajiban yang tidak bisa dikaitkan dengan tarif. Uang pengganti transportasi yang sering diberikan kepada masyarakat ditujukan untuk membantu para dai karena tidak sempat bekerja akibat sibuk berdakwah.

Imbalan berupa uang yang diberikan kepada para dai sebenarnya sah namun tidak sebaiknya dipatok dengan tarif karena sudah melenceng dari tugasnya sebagai seorang pendakwah.

Menurut Maruf seperti dilansir dari Detik.com, jika seorang da’i atau penceramah mematok tarif maka ia sama saja dengan artis, penyanyi, pelawak, dan penghibur lainnya.

Kisruh tarif di kalangan pendakwah ini mulai mencuat sejak Ustad Solmed dikabarkan mematok tarif seenaknya saat sebuah Event Organizer (EO) di Hong Kong mengundangnya.

Karena pihak EO dikabarkan meminta uang kepada jemaahnya, Ustad Solmed membatalkan secara sepihak acara dakwah di Hong Kong itu.

Tetapi keterangan ini berbeda dari keterangan dari pihak EO. Thoriqul Jannah, pihak EO yang mengundang Ustad Solmed untuk berdakwah mengatakan bahwa Ustad Solmed tidak hanya menaikkan tarif dakwah dari HKD 6.000 ke HKD 10 juta namun juga meminta hasil penjualan tiket dan meminta penginapan yang bagus. (RN)

Comment di sini