Anggota DPR: Tes Keperawanan Melecehkan Wanita

by
August 20th, 2013 at 3:13 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan berencana mengajukan tes keperawanan terhadap calon siswi SMA untuk tahun 2014 nanti.

siswi siswi SMA sedang memanjatkan doa menjelang UN 2013

Ilustrasi siswi-siswi SMA / Tempo

Kebijakan baru yang sedang diajukan ini menuai protes dari berbagai pihak karena dianggap telah melecehkan kaum perempuan.

Selain pakar pendidikan, protes menentang adanya tes keperawanan ini keluar dari salah satu anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin.

Menurutnya, kebijakan yang diajukan itu sangat tidak etis dan juga sangat diskriminatif. Ia juga menduga bahwa Kadin Disdik hanya mencari sensasi tanpa memikirkan dampak psikologis terhadap perempuan pada umumnya.

Politisi dari Partai Golkar itu menyatakan bahwa ia ingin mengajarkan etika, moral, dan perilaku santun maka cara yang ditempuh adalah lewat pendidikan atau edukasi dan bukan lewat pengetesan terhadap perawan atau tidaknya perempuan.

Tes tersebut juga dituding telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena mekanisme dan standar untuk tes tersebut belum jelas.

Rencana tes keperawanan yang akan diterapkan kepada para siswi-siswi di Kota Prabumulih ini dibenarkan oleh Kadin Dikdis Kota Prabumulih, HM Rasyid.

Pihak Dikdis Kota Prabumulih sedang mengajukan anggaran RAPBN 2014 untuk kebijakan tes keperawanan bagi para calon siswi SMA sederajat.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi maraknya kasus siswi sekolah yang berbuat mesum dan sering melakukan praktik prostitusi.

Rencana ini mendapat protes dari pakar pendidikan dan juga anggota DPRD Sumatera Selatan. Menurut mereka, masih ada banyak cara yang bisa diambil untuk menjadikan moral anak lebih baik ketimbang mengadakan tes keperawanan.

“Kami tak setuju rencana Dinas Pendidikan Prabumulih itu. Saya berharap, DPRD dan pemkot setempat tak menyetujui usulan itu dimasukkan dalam APBD 2014,” kata Wakil Ketua DPRD HA Djauhari, Senin 19 Agustus 2013 seperti dikutip oleh Tribunnews.com. (RN)

Comment di sini