Preman Tanah Abang Baret Mobil yang Tak Bayar

by
August 20th, 2013 at 11:19 am

Jakarta (CiriCara.com)Pasar Tanah Abang tidak dipungkiri merupakan pusat bisnis retail yang terbesar di Asia Tenggara. Sejak didirikan pada tahun 1735, Pasar Tanah Abang terus mengalami perkembangan hingga sekarang.

Lalu lintas di Tanah Abang

Lalu lintas di Tanah Abang / VIVAnews

Kios-kios yang tersebar di berbagai blok di Tanah Abang terus didirikan. Karena semakin ramai, maka sejumlah oknum melirik lahan di sekitar pasar sebagai tempat para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan.

Para PKL tersebut tidak berdagang dengan gratis karena mereka harus membayar aneka pungutan liar kepada sejumlah “penguasa” Tanah Abang.

Dilansir dari Tempo.co, berdasarkan keterangan dari Kepolisian Daerah Metro Jaya, ada lima modus pemungutan liar yang sering dilancarkan kepada para pedagang, antara lain:

1. Jatah timer

Para kelompok timer biasanya memungut uang sebesar Rp. 500 sampai Rp. 1.000 kepada setiap angkutan umum yang melintas di Tanah Abang. Bahkan tak jarang, satu kelompok timer bisa mendapat Rp. 1 juta per setengah hari.

2. “Upeti” pemilik lapak

Para pemilik lapak di lokasi strategis diwajibkan menyetor uang bulanan yang mirip dengan ‘upeti’. Upeti seluruh pedagang bisa terkumpul Rp 30 juta.

3. Parkir liar

Parkir liar yang diatur oleh preman bahkan bertarif Rp. 10.000 dari tarif biasa Rp. 2.000 per jam.

4. “Jalan tol” atau jalan cepat

Setiap mobil yang lewat jalan ini harus membayar. Jika tidak membayar maka cat mobil akan dibaret.

5. Jasa pengamanan pedagang

Preman di Tanah Abang punya wilayah masing-masing, dan memungut uang pengamanan di situ.

Para preman ini sempat dituding sebagai penyebab lambannya proses evakuasi PKL ke Blok G Pasar Tanah Abang. Mendengar tudingan ini, salah seorang tokoh asli Tanah Abang, Haji Lulung meradang.

Ia sempat beradu pendapat dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama soal tudingan ini. Bahkan sejumlah ormas Betawi sempat berunjuk rasa menentang pernyataan Ahok tersebut. (RN)

Comment di sini