Sekolah yang Terapkan Tes Keperawanan Akan Kena Sanksi

by
August 23rd, 2013 at 11:04 am

Jakarta (CiriCara.com) – Isu tes keperawanan yang dimunculkan oleh Dinas Pendidikan Kota Prabumulih menuai protes dari berbagai pihak.

Muhammad Nuh, Mendikbud Indonesia

Muhammad Nuh / Tempo

Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh turut berkomentar soal tes keperawanan yang ditetapkan sebagai syarat bagi para siswi untuk masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut.

Menurut Nuh, tes tersebut belum diketahui arah dan tujuannya sehingga tidak tepat jika dilaksanakan sebagai sarana penyaringan siswi baru SMA. Oleh karena itu, Muhammad Nuh menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada sekolah yang nekat menerapkan tes keperawanan bagi para siswi baru.

“Akan kami tindak tegas siapa yang membuat kebijakan tes keperawanan di sekolah. Sebab hal itu sudah merugikan orang lain dan merampas hak warga negara untuk mendapatkan pendidikan,” tegas Nuh, Kamis, 22 Agustus 2013 seperti dikutip oleh sumber berita, Tribunnews.com.

Sekolah juga tidak boleh mengeluarkan siswa yang diketahui sudah kehilangan keperawanannya karena dampak yang akan dihadapi oleh siswi yang dikeluarkan tersebut justru bisa menimbulkan masalah baru dan dianggap telah melanggar undang-undang.

Rencana tes keperawanan yang akan diterapkan kepada para siswi-siswi di Kota Prabumulih ini dibenarkan oleh Kadin Dikdis Kota Prabumulih, HM Rasyid.

Kebijakan ini mendapat protes dari pakar pendidikan dan juga anggota DPRD Sumatera Selatan. Menurut mereka, masih ada banyak cara yang bisa diambil untuk menjadikan moral anak lebih baik ketimbang mengadakan tes keperawanan.

Namun anehnya meski ditentang oleh sejumlah pihak, tes keperawanan ini justru didukung oleh pejabat Dinas Pendidikan di Pamekasan, Jawa Timur. Menurut Sekretaris Dewan Pendidikan Pamekasan, Ahmad Zaini, tes keperawanan bisa diterapkan di sekolah jika konsepnya lebih matang. (RN)

Comment di sini