Data Nasabah Bank Dijual Rp100-200 Ribu Per Seribu Nama

by
August 26th, 2013 at 4:50 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Praktik jual beli data nasabah ternyata sudah lama dilakukan oleh sejumlah tenaga pemasaran perbankan. Demi memenuhi target nasabah kartu kredit, banyak para pekerja marketing yang memperjualbelikan data nasabahnya.

kartu kredit, aksi marketing kartu kredit, kecurangan marketing kartu kredit

Ilustrasi Kartu Kredit – Ist

“Itu istilahnya call connection, jadi antar marketing itu sering jual beli data nasabah,” tutur Ryan (26), salah satu card bussines officer sebuah bank swasta nasional di Medan, Sumatera Utara, seperti dikutip dari detik.com, Senin (26/8/2013).

Menurut Ryan, praktik jual beli itu dilakukan antar marketing dari bank yang berbeda. Nantinya, data yang dijual itu akan diprospek ulang oleh marketing yang membeli. Mengenai harga, menurut Ryan, data nasabah itu dijual dengan harga yang variatif.

Harga data nasabah itu akan disesuaikan dengan jumlah dan kelengkapan datanya. Namun, ada juga marketing yang lebih memilih menggunakan metode barter untuk mendapatkan data nasabah itu. Praktik jual beli ini dilakukan antar individu, tanpa melibatkan pihak bank.

Sementara itu, Bayu Juliandra (25) mengatakan bahwa harga data nasabah itu biasanya dijual dikisaran Rp 100 – Rp 200 ribu per seribu nama. Dari harga tersebut, marketing hanya akan mendapat data yang terdiri dari nama dan nomor telepon.

“Itu pun bisa murah-murah karena biasanya sudah bekas, kadang-kadang nomornya nggak aktif,” ujarnya.

Selain antarstaf marketing, data nasabah juga dijual lewat internet. Harga yang ditawarkan pun sama dengan harga yang ditawarkan oleh para marketing kartu kredit. “Seribu nama Rp 100 ribu saja,” kata salah satu pemilik situs penjual data nasabah berinisial NA.

Praktik jual beli inilah yang membuat nasabah bank sering mendapatkan telepon atau sms dari pihak marketing bank yang menawarkan jasa kartu kredit. Pernah mengalami hal ini? Anda bisa mengadukannya ke RumahPengaduan.com.

Praktik jual beli data nasabah itu ternyata tidak hanya dilakukan oleh marketing bank saja. Hal yang sama juga dilakukan oleh marketing penjual rumah dan juga perusahaan pembiayaan seperti, asuransi.

(YG)

Comment di sini