Pengamat: Nyawa Jokowi Bisa Terancam

by
August 28th, 2013 at 2:01 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Dua tahun terakhir ini nama Jokowi melesat mengalahkan tokoh-tokoh politik lainnya. Tak ayal Joko Widodo atau Jokowi, Gubernur DKI Jakarta sering diserukan sebagai Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia untuk tahun 2014 nanti.

Jokowi, Gubernur DKI Jakarta

Jokowi, Gubernur DKI Jakarta / Tempo

Tentu kepopuleran Jokowi ini bisa mengundang iri berbagai pihak. Bahkan menurut seorang pengamat, karena populer, nyawa Jokowi bisa menjadi taruhan.

Dilansir dari Tribunnews.com, hal ini dikemukan oleh Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang.

Menurutnya, Jokowi harus lebih bisa memilih strategi untuk menyikapi hasil-hasil survei yang membuatnya berada di puncak mengalahkan tokoh politik yang akan maju dalam Pemilu 2014 nanti.

“Apabila salah, keselamatan nyawanya bisa sangat terancam,” tegas Sebastian Salang di Jakarta, Selasa 27 Agustus 2013 kepada sumber berita.

Menurut Sebastian, pembunuhan terhadap Jokowi bisa terjadi kapanpun sebab dalam dunia politik, banyak pihak terpaksa menggunakan cara-cara kotor termasuk membunuh lawan untuk menang.

Kemungkinan tersebut akan semakin besar lantaran dukungan masyarakat Indonesia kepada Gubernur DKI Jakarta tersebut semakin meningkat.

Bahkan elektabilitas Jokowi bisa mengalahkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dan juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Survei terakhir untuk Capres potensial 2014 dilakukan oleh Forum Akademisi Informasi Teknologi di kawassn SCBD, Tangerang. Hasil survei tersebut mencatat Jokowi sebagai Capres yang tidak lagi tertandingi oleh tokoh nasional manapun di Indonesia.

Survei tersebut ditujukan kepada 2.000 responden di 34 provinsi di Indonesia pada tanggal 1 hingga 20 Agustus 2013 dengan metode stratified random sampling dengan margin error 2,5 persen. Teknik pengumpulan data untuk survei tersebut adalah wawancara langsung.

Dari survei tersebut, Jokowi mendapat 41 persen suara yang disusul dengan Prabowo Subianto dengan 12 persen suara, dan Megawati Soekarnoputri dengan 9 persen suara.

Setelah ketiga politikus itu, tokoh lain yang mendapat suara adalah Aburizal Bakrie dengan 6 persen suara, Jusuf Kalla 5 persen suara, Wiranto 3 persen suara, Hatta Rajasa 2 persen, Dahlan Iskan 1 persen, dan Mahfud MD juga 1 persen. (RN)

Comment di sini