Awas! Waspadai Kecurangan Tes CPNS 2013 Ini

by
September 2nd, 2013 at 11:21 am

Jakarta (CiriCara.com) – Pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 sudah dibuka pada awal bulan ini. Dalam tes CPNS 2013, tentunya akan ada banyak kecurangan yang mungkin dilakukan oleh beberapa pihak tak bertanggung jawab.

Ilustrasi CPNS 2013

Ilustrasi PNS / Ist.

Diberitakan oleh Tempo.co, ada beberapa hal yang bisa ditengarai sebagai kecurangan dalam perekrutan CPNS 2013. Menurut Konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Seleksi CPNS, ada kurang lebih sembilan jenis kecurangan dalam perekrutan CPNS, antara lain:

1. Pelamar Tidak Memenuhi Kriteria

Kriteria di sini adalah kriteria sebagai pegawai honorer kategori 2. Pegawai ini merupakan pegawai honorer yang bekerja pada instansi pemerintah pusat dan daerah minimal satu tahun sebelum 31 Desember 2005.

Pegawai yang memiliki masa kerja setelah 2005 tidak bisa dimasukkan pada peserta honorer kategori 2. Menurut peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman, uji publik atas data di atas masih belum diketahui hasilnya dengan baik.

2. Adanya diskriminasi pada seleksi administrasi

Seringkali untuk memperkecil persaingan dalam seleksi CPNS, ada diskriminasi pada seleksi administrasi bagi pelamar tertentu. Biasanya diskriminasi terkiat pada nomor ujian dan lokasi ujian. Pada tahap ini, sering ditemukan pungutan liar yang dilancarkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

3. Saling menitip pelamar

Kebiasaan saling menitip pelamar adalah bukti kuat kecurangan tes CPNS setiap tahunnya. Biasanya ‘penitipan’ semacam ini dilakukan oleh para pejabat yang lebih tinggi kepada pejabat instansi lainnya di daerah yang berbeda.

4. Kebocoran soal

Kebocoran soal ditengarai terjadi saat penggandaan dan distribusi soal dari perusahaan percetakan sampai ke lokasi ujian. Kebocoran ini  biasanya meliputi soal Tes Kemampuan Dasar dan Tes Kemampuan Bidang. Kejadian ini terjadi akibat perilaku kolektif tim panitia untuk meloloskan orang tertentu.

5. Adanya joki

Praktik perjokian terjadi dalam TKD dan TKB. Pada tahap ini, joki bisa mengganti pelamar sebenarnya dan bahkan bisa menjadi pendamping pelamar tertentu saat ujian dilangsungkan.

6. Pengisian kembali LJK

Selain itu terdapat praktik pengisian kembali LJK pelamar tertentu oleh pihak lain setelah ujian TKD dan TKB dilaksanakan. Hal ini terjadi lantaran ada pihak-pihak tertentu memanfaatkan kelemahan map soal  yang belum disegel oleh panitia.

7. Praktik penyuapan pejabat

Praktik ini dilakukan oleh pejabat atau pihak lain setelah ujian TKD atau TKB dilaksanakan.

8. Penambahan pelamar yang lolos tes

Pada pengumuman resmi peserta CPNS yang lolos pada pemerintah daerah, kadang ditemukan penambahan pelamar yang lolos TKD dan TKB meski pada kenyataannya mereka tidak lolos tes.

9. Mendapat NIP “cuma-cuma”

Ada beberapa kasus yang membuktikan bahwa ada beberapa PNS baru yang langsung mendapat NIP meski mereka tidak mengikuti proses seleksi CPNS.

Baca jugaJadwal Lengkap Pendaftaran dan Pelaksanaan Tes CPNS 2013

(RN)

Comment di sini