Ahok: Tidak Mampu Bayar UMP, Keluar Dari DKI

by
September 6th, 2013 at 2:01 pm

Jakarta (CiriCara.Com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok sepakat dengan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan usulan Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi Rp. 3,7 juta untuk buruh. Kesepakatan itu disampaikan setelah Ahok berdiskusi dengan 15 wakil buruh di Balai Kota Jakarta.

Ahok Perusahaan Tak Mampu Bayar KHL Hengkang

Ahok – Merdeka

Pemda setuju dengan hasil KHL dan UMP sebesar Rp. 3,7 Juta untuk DKI Jakarta. Pemda akan memperjuangkan hak-hak tersebut yang nantinya akan disampaikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) dan Presiden.

Ahok juga meminta perusahaan yang tidak mampu membayar sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk keluar dari DKI Jakarta. Keluarnya perusahaan tersebut dari Jakarta tidak memberi dampak yang besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) terang ahok.

Selain Ahok, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pernah menegaskan terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak bisa membayar Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk keluar atau pindah dari DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta (Ahok) mengatakan sedang mempersiapkan tiga pulau untuk kawasan ekonomi khusus, tapi ketika ditanya dimana  tempatnya Ahok tidak menyebutkan di mana nantinya kawasan ekonomi khusus tersebut.

Ahok juga menjelaskan jika para buruh-buruh tersebut tinggal di dekat tempat mereka bekerja maka biaya hidup para buruh akan lebih murah. Kalau para buruh tersebut tinggal dekat tempat kerja otomatis akan mengurangi biaya tersebut.

(WH)

Comment di sini